Agenda Seni Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indonesian Dance Festival 2010 (TEMPO/Novi Kartika)

    Indonesian Dance Festival 2010 (TEMPO/Novi Kartika)

    TEMPO Interaktif, Jakarta -

    10th Indonesian Dance Festial 2010

    Waktu: 14 – 17 Juni 2010

    Tempat: Taman Ismail Marzuki, Jakarta

    Pagelaran seni tari kontemporer yang sudah ke-10 kalinya digelar ini, dicetuskan oleh pengajar Institut Kesenian Jakarta (IKJ) khusus pada bidang seni tari. Tahun ini mengusung tema Powering the Future. Ajang yang berlangsung selama 4 hari ini menampilkan beberapa negara yang akan tampil seperti Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara, Singapura, Taiwan, Korea, Jepang, Jerman, Afrika Selatan.

    Pameran Tunggal Patung dan Drawing Budi Santoso "AKU BERTUKAR RUPA"

    Waktu: 12 – 19 Juni 2010

    Tempat: Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto 2, Kotabaru, Yogyakarta

    Pameran Tunggal Patung & Drawing oleh Budi Santoso ini akan memamerkan karya-karyanya dalam 10 tahun terakhir. Bagi Budi, karya-karya tersebut merupakan catatan perjalanan hidupnya dan refleksi diri dari realitas di sekitarnya, seperti anak-anak kecil dan perempuan pekerja seks di jalanan, pohon-pohon, pabrik, dan sebagainya.


     Pameran Kelir Fest

    Waktu: 12 – 17 Juni 2010 Pukul 10.00 – 20.00 WIB

    Tempat: Plaza Indonesia, Multifunction Hall Lt.2, Jalan MH Thamrin, Jakarta

    KeteranganPameran Ilustrasi Buku Anak, Talkshow, dan Workshop:

    1. Ada workshop all about craft buat anak-anak (setiap hari)

    2. Nonton fim anak-anak (gratis)

    Pameran Gambar Nasirun di Sarang Ahli Gambar

    Waktu: 12 – 30 Juni 2010

    Tempat: Galeri Sanggar Bambu, Jalan Akhmad Dahlan No. 17 A, Yogyakarta

    The Collectors' Turn

    Waktu: 11 – 25 Juni 2010

    Tempat: Lawangwangi Art & Science Estate, Dago Giri 99, Bandung, Jawa Barat

    Seniman:

    Agus Suwage, Dede Eri Supria, Dikdik Sayahdikumullah, Entang Wiharso, Galam Zulkifli, Handiwirman Saputra.

    Kurator:

    Asmudjo Jono Irianto

    Pameran Bersama Perupa Kelompok "PARKIRAN"

    Waktu: 11 – 19 Juni 2010

    Tempat: Jogja Nasional Museum, Jalan Amri Yahya No. 1, Gampingan, Yogyakarta


    Pameran Seni Rupa "The Doublefold Dream of Art"

    Waktu: 4 Juni – 24 Juni 2010

    Tempat: Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta


    Pameran Tunggal I Made Mahendra Mangku: Dialog dalam Ruang

    Waktu: 01-19 Juni 2010

    Tempat: Tembi Contemporary, Jalan Parangtritis Km. 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta

    I Made Mahendra Mangku merupakan sosok seniman Bali yang dengan setia menggeluti bahasa rupa abstrak sejak 1992. Kali ini ia memamerkan karya-karya abstrak terbarunya di Tembi Contemporary. Laki-laki kelahiran 1972 asal Sukawati ini memulai karir kesenimanannya dengan serius sejak dari bangku kuliah di jurusan seni lukis, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Hingga saat ini, berbagai pengalaman pameran telah diikutinya, beberapa penghargaan juga dia dapatkan, seperti Finalis Philip Morris Indonesia Art Award (1996-1998), Penghargaan dari Kementrian Kebudayaan RI (1998), serta Top Finalis dalam Sovereign Annual Contemporary Asian Art Prize Hongkong (2004).

    Pameran Tunggal Pematung I Wayan Darlun

    Waktu: 18 Mei – 18 Juli 2010

    Tempat: Museum Puri Lukisan, Ubud, Bali

    Pameran tunggal pematung I Wayan Darlun kali ini merupakan kelanjutan pameran patung bersama, “In The Morning of the World” di Jakarta, bertepatan dengan acara Emerging Market Forum, September, 2006. Kala itu beberapa patung karya I Wayan Darlun menarik perhatian banyak khalayak.

    Pameran Seni Rupa "The Doublefold Dream of Art"

    Waktu: 29 Mei - 22 Juni 2010

    Tempat: Selasar Sunaryo Art Space, Jalan Bukit Pakar Timur 100, Bandung, Jawa Barat

    Pameran Tunggal Perupa Bob Sick's “BOBVARIUM”

    Waktu: 26 Mei – 26 Juni 2010

    Tempat: Srisasanti Art House, Jalan Kemang Raya No. 81, Jakarta

    Srisasanti Syndicate mempersembahkan pameran tunggal seorang seniman eksentrik yang namanya begitu meroket dan jadi buah bibir pada 2007 lalu dengan karya-karya naïf, dan provokatifnya. Dialah Bob Sick Yudhita Agung, seniman asal Yogyakarta yang mengaku mendedikasikan diri dan hidupnya hanya demi seni, sehingga rela merajam dirinya dengan berbagai tato di tubuhnya dari mulai wajah sampai seluruh badan. Bob Sick menampilkan sekitar 15 karya lukisnya dengan mengusung tema “Bobvarium” yang menakjubkan dan termasuk salah satu presentasi paling mutakhir dari seni kontemporer kita bulan ini.

    Pameran Seni Rupa “RECOGNITION”

    Waktu: 27 Mei – 16 Juni 2010

    Tempat: Ars Longa Gallery, Jalan Mantrigawen Lor No. 11, Yogyakarta

    Kurator : Frigidanto Agung

    Pameran dan Peluncuran Buku Made Budhiana: Melintas Cakrawala / Crossing The Horizon

    Waktu: 26 Mei – 26 Juni 2010

    Tempat: Maha Art Gallery, Club House Bali Beach Golf Course, Jalan Hang Tuah No. 58, Sanur, Bali

    Made Budhiana lebih dulu dikenal sebagai pelukis abstrak. Meski ia masih tetap melukis abstrak, ia juga seorang perupa yang kreatif, baik dari aspek gagasan maupun dari aspek eksperimentasi media. Sebagai perupa kreatif, gagasan-gagasannya seringkali tak terduga, spontan dan segar. Ia tak selalu terpaku pada bidang kanvas belaka; melainkan juga memanfaatkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam pemanfaatan media lain sebagai ekspresi kreatifnya.

    Kencederungan ini semakin kuat ketika ia menamatkan studinya dari ISI Yogyakarta pada 1987. Karena itu lebih baik kita menyebutnya sebagai perupa kreatif daripada hanya sekadar pelukis abstrak mengingat perantauan kreatifnya melintasi sekat-sekat seni rupa konvensional.

    Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Jakarta Menggelar Pameran Fotografi Format Besar: Urban Dream/Mimpi Urban

    Waktu: 3 – 21 Juni 2010

    Tempat : Taman Ayodya, Jalan Barito, Jakarta Selatan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.