Berburu Miss Celebrity 2010  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stevani Nepa. (karodalnet.blogspot.com)

    Stevani Nepa. (karodalnet.blogspot.com)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah Stevani Nepa, SCTV kembali mencari para remaja berbakat untuk menjadi kandidat Miss Celebrity 2010. Ajang putri kecantikan dua tahunan milik stasiun televisi swasta ini akan mengunjungi enam kota besar, seperti Jakarta, Medan, Bandung, Manado, Surabaya, dan Yogjykarta. Para juri akan memulai pencarian putri-putri cantik itu pada 26 Juni mendatang.


    Tak seperti tahun lalu, hadiah kontrak senilai Rp 500 juta untuk pemenang akan diganti dengan uang tunai. “Hadiahnya berubah jadi Rp 100 juta dalam bentuk uang tunai,” kata Senior Manajer Produksi SCTV, Ronny Kusuma, dalam jumpa wartawan di Senayan Jakarta, beberapa waktu lalu.


    Menurut Ronny, jumlah hadiah memang kelihatan menurun jika dilihat dari nominalnya. Namun, hadiah kali ini justru lebih menggiurkan. “Kalau sebelumnya, pemenang harus kerja lagi karena hadiahnya berupa kontrak kerja, kali ini hadiah bisa langsung di tangan.”


    Audisi akan dilakukan di tiap kota selama dua hari secara terbuka. Awalnya, peserta akan diuji dengan kepercayaan dirinya, berjalan di atas catwalk, akting serta membawa sebuah acara. “Seleksi regional akan bermuara pada sepuluh besar finalis,” kata Ronny. Setelah terpilih, para finalis akan menempuh babak karantina untuk menuju Grandfinal Miss Celebrity Indonesia 2010 di Jakarta.


    Selain Miss Celebrity, SCTV juga memburu para wanita untuk menjadi pemenang dalam beberapa kategori lain, seperti best acting, best presenting, best fotogenic, best skin, dan Miss Celebrity pilihan pemirsa. “Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah Rp 20 juta,” ujarnya.



    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.