Goelali Foundation Putar 79 Film Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • La Veritable Histoire Du Chat Botte

    La Veritable Histoire Du Chat Botte

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah keberhasilannya menggelar festival film anak pada tahun lalu, tahun ini Goelali Foundation kembali menggelar Goelali Children’s Film Festival dengan tema "A Celebbration of Fun Activities for All Children", yang berlangsung selama sepuluh hari, 12‐20 Juni 2010, di Miniapolis, Hall C Lantai 3 Plaza Indonesia dan Studio Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

    Festival ini menggabungkan kegiatan bengkel kerja dan pemutaran film. Total ada 79 film dari Asia dan Eropa yang diputar, termasuk 19 film panjang. Acara ini akan dibuka dengan film La Veritable Histoire Du Chat Botte (The True Story Of Puss & Boots) dari Prancis. Film produksi tahun 2009 ini mengisahkan Si Kucing Bersepatu Bot, salah satu tokoh popular di film Shrek. Adapun film penutupnya adalah IEP! dari Belanda, yang mengisahkan petualangan Viegeltje, anak perempuan yang punya sayap di punggungnya, yang ingin pergi ke selatan bersama burung-burung lain.

    Film-film lain yang diputar adalah, antara lain, Karlas Kabale (Karla’s World) dari Denmark, yang mengisahkan kehidupan Karla, gadis berumur 10 tahun, yang kecewa karena keluarganya tidak berkumpul bersama di malam Natal. Ia mengalami masa-masa sulit dengan orang tua yang sudah bercerai, ayah tiri yang terlalu sibuk, saudara laki-laki yang menjengkelkan, dan ayah kandung yang tak pernah menepati janji.

    Ada pula film Stormheart dari Finlandia yang mengisahkan persahabatan anak perempuan dengan seekor anjing di masa sesudah runtuhnya Tembok Berlin. Mozart in China dari Austria mengisahkan petualangan bocah lelaki keturunan Cina-Austria bersama Mozart si boneka tali dan kawan-kawannya saat menghabiskan liburan musim panas di rumah kakeknya di Pulau Hainan, ujung selatan Cina.

    "Berbeda dari festival film anak yang lain, festival ini menyelaraskan antara bengkel kerja dan pemutara film dengan perbandingan 50:50," kata Dinna Jasanti, direktur festival, di kantornya di kawasan Jalan Panglima Polim X Nomor 16, Jakarta Selatan, Selasa lalu.

    Menurut Dinna, festival tahun lalu diikuti 4.200 anak. Mereka tak hanya menonton film secara cuma-cuma, tapi juga bisa mengembangkan kreativitas mereka lewat berbagai macam pelatihan dan kegiatan yang terkait perfilman, seperti pembuatan panggung sederhana, merancang kostum, dan efek-efek film. Kegiatan serupa juga dilakukan di tahun ini.

    Hampir seluruh kegiatan festival ini gratis. Untuk menonton film, tiketnya dapat diambil di Multifunction Hall Information Desk, Lantai 2 Plaza Indonesia, selama festival berlangsung pada pukul 10.00-18.00. Tiket tersedia 2 jam sebelum film diputar.

    Keterangan lebih lanjut soal bengkel kerja dan jadwal pemuataran film dapat ditengok di situs http://www.goelali.org atau menghubungi (021) 34257337.


    Kurniawan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.