RCTI: Luna Ajukan Cuti Hingga Batas Tak Ditentukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cut Tari, Ariel dan Luna Maya (Dok.Tempo / siezhien.wen.ru)

    Cut Tari, Ariel dan Luna Maya (Dok.Tempo / siezhien.wen.ru)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Rajawali Citra Televisi Indonesia membahtah kabar Luna Maya dipecat dari acara Dahsyat. "Tidak dipecat, tapi mengajukan cuti," ujar Yulia Maroe, petugas komunikasi RCTI, Selasa (8/6).

    Menurutnya, manajemen Luna Maya mengajukan cuti hingga batas waktu tidak ditentukan untuk menyelesaikan kasus merebaknya video porno yang mirip dirinya dengan Ariel. Manajemen RCTI, Yulia melanjutkan, tidak menolak cuti tanpa batas waktu itu. "Kalau tetap masuk, bisa merusak konsentrasinya membawa acara," katanya.

    Luna, yang sudah membawa acara musik harian itu selama dua tahun, tadi pagi tidak nongol di layar kaca. Model cantik Astrid Tiur menggantikan posisi Luna, bersama dua presenter lain Raffi Ahmad dan Olga. "Untuk sementara Dahsyat dipandu Astrid Tiur," kata Yulia.

    Jumat dini hari kemarin dua video mesum yang dilakukan oleh sepasang insan yang sangat mirip Ariel Peterpan dan Luna Maya menghebohkan dunia maya.

    Video dalam dua edisi itu masing-masing berdurasi 1,4 menit dan 6,5 menit. Video tersebut diduga diambil melalui telepon seluler dengan format data mp4. Kedua insan yang wajahnya tampak terlihat jelas itu terlihat bergantian memegang merekam adegan tersebut. Bahkan tato kupu-kupu di bokong kiri perempuan mirip Luna Maya itu terlihat sangat jelas terlihat.

    Di dalam video tampak kedua insan melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan berbagai posisi. Sesekali terdengar percakapan yang tidak jelas ucapannya. Selain karena kualitas rekaman yang minim, juga karena tertimpa suara siaran televisi. Video tersebut terlihat sudah hasil edit, karena terpotong-potong.

    REZA M
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.