Unilever Masih Menunggu Kabar Dari Luna-Ariel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cut Tari, Ariel dan Luna Maya (Dok.Tempo / siezhien.wen.ru)

    Cut Tari, Ariel dan Luna Maya (Dok.Tempo / siezhien.wen.ru)

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Dengan beredarnya video intim yang menyeret nama pasangan kekasih Luna Maya dan Ariel, tak serta merta membuat pihak unilever gegabah dalam mengambil keputusan.

    Menurut Media Relation Manajer Unilever Novi Arlaida pihaknya masih menunggu kabar dari pasangan kekasih tersebut. “Manajemen LM sudah menyatakan secara tertulis dan menyebut bahwa itu bukan video yang mereka buat dan mereka tidak meyebarkannya,” ungkap Novi saat dikonfirmasikan lewat sambungan telpon, Senin (7/6).

    Sampai saat ini, kontrak antara Luna Maya dan pihak Unilever masih terus berjalan. Sebelum video tersebut tersebar di masyarakat terlebih dahulu, Luna Maya dan Ariel terlibat satu produksi iklan sabun Lux. Namun, belakangan iklan itu menghilang.

    Lalu, bagaimana pihak Unilever menanggapi hal tersebut? “Kalau Luna dan Ariel itu kan iklannya global campaign jadi tak hanya di indonesia saja. Secara global di beberapa negara lain juga ada iklan dengan versi couple itu. Karena iklan itu sudah ditayangkan sejak April dan jadwal campaign sudah berakhir. Nanti akan ada lagi campaign yang baru,” lanjut dia.

    Namun, Novi masih enggan menyebutkan apakah pasangan keduanya masih dipasangkan dalam iklan Lux berikutnya. “Itu rahasia perusahaan. Karena kita juga ada pesaing jadi kita nggak bisa membeberkan tentang yang itu,”tegas Novi.

    Di perkirakan dalam satu atau dua hari ke depan pihak Unilever akan membicakan masalah tersebut. “Keputusannya lihat saja satu atau dua hari ke depan. Kita belum bisa bicara banyak masalah ini sekarang karena itu semua ada aturannya,”tukasnya.

    Selama menjadi duta dalam sabun Lux, Luna tak hanya di kenal sebagai duta saja. “Kita megingat hubungan yang cukup akrab dan dekat dengan Luna. Masyarakat menganggap Luna cukup inspiring,” tutup Novi.


    PRIH PRAWESTI FEBRIANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.