Lukisan Indonesia Merajai Lelang Hong Kong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Young Balinese Girl with Hibiscus karya pelukis Italia, Romualdo Locatelli. (christies.com)

    Young Balinese Girl with Hibiscus karya pelukis Italia, Romualdo Locatelli. (christies.com)

    TEMPO Interaktif, Hong Kong - Lukisan-lukisan Indonesia merajai pelelangan Seni Modern dan Kontemporer Asia Tenggara musim semi 2010 di balai lelang Christie's di Hong Kong, kemarin. Hasil pelelangan ini juga mencatat kenaikan 33 persen dari total penjualan pada musim semi tahun lalu. Pelelangan ini juga mencetak hampir 10 rekor, baik untuk karya seniman mapan maupun yang baru.

    "Penjualan musim semi ini menunjukkan kekuatan dan kedalaman yang jelas pada pasar seni kontemporer Asia Tenggara," kata Keong Ruoh-Ling, Kepala Departemen Seni Modern dan Kontemporer Asia Tenggara.

    I Nyoman Masriadi, perupa Indonesia, mengukuhkan kedudukannya sebagai seniman kontemporer papan atas setelah semua dari empat karyanya yang dilelang masuk sepuluh besar di daftar penjualan. Karya termahalnya adalah Man from Bantul, yang terlelang seharga HK$ 2 juta lebih atau sekitar Rp 2,5 miliar.

    Praktis daftar 10 besar penjualan itu didominasi seniman Indonesia, termasuk Handiwirman Saputra, Rudi Mantofani dan Hendra Gunawan. Karya-karya maestro seni rupa Indonesia, seperti Affandi dan Dullah, masih bernilai tinggi, tapi sudah berada di posisi bawah, meski masih masuk 30 besar.

    "Penawaran juga kompetitif untuk karya-karya modern penting, hasilnya tampak pada dua rekor baru dan harga yang kiat terhadap karya-karya seniman Indonesia, Filipina dan Vietnam," kata Ruoh-Ling.

    Lot termahal dalam pelalangan ini adalah Young Balinese Girl with Hibiscus karya pelukis Italia, Romualdo Locatelli, yang terjual HK$ 6,02 juta atau sekitar Rp 7,2 miliar, memecahkan semua rekor terdahulu. Lukisan awal dan langka karya Fernando Cueto Amorsolo, Lavenderas, terjual HK$ 3.38 juta atau Rp 4 miliar, rekor lelang dunia baru untuk sang artis.

    Kurniawan | Artdaily | christies.com


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.