dDream Band Hendak Sebesar Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • d'Dream Band

    d'Dream Band

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Hendak menggenggam dunia! Inilah semangat yang ditularkan enam pemuda asal Padang, Sumatera Barat, untuk mencapai impian mereka. Mengaku tergiur oleh kesuksesan band pendahulu yang beraliran British pop, d’Dream Band menunjukkan jati dirinya lewat peluncuran album perdana mereka bertajuk Sebesar Dunia. Judul album ini menjadi filosofi d’Dream band untuk terus berjuang hingga karya mereka mampu mencapai titik maksimal.

    Bagi penikmat siaran radio, single baru mereka, Aku Masih, jelas bukan barang baru di telinga. Lagu yang mampu bertengger di posisi lima dalam tangga lagu bersaing di Gen FM itu kian memantapkan jalan karir band yang beranggotakan Zigo (vokal), Iam (gitar), Kiki (gitar rhythm), Paul (kibor), Herry (bass), dan Dio (drum).

    Cinta memang tetap menjadi topik terhangat untuk sebuah proses kreatif bermusik. “Soalnya, tema itu tidak membosankan, seru, dan ringan,” ujar Zigo dalam peluncuran album tersebut di Jakarta, Jumat lalu.

    Tak hanya lagu Aku Masih yang terdengar bersahabat di telinga, simak juga sembilan lagu cinta lainnya, seperti Sungguh, Inikah Cinta, Hanya Dia, Kembali Padaku, Aku Salah, Tergila Kamu, Karena Cinta, Kaulah Segalanya, dan Sandiwara Cinta.

    Berbekal karya-karya yang diciptakan sendiri oleh Kiki, d’Dream menjajal kemampuan bermusiknya lewat ajang festival band daerah. Setelah sukses masuk runner up dalam ajang musik lokal di Padang, d’Dream mulai menunjukkan eksistensinya. “Hadirnya album ini merupakan pencapaian dari salah satu mimpi kami,” ujar Zigo.

    Butuh waktu lumayan lama untuk menelurkan album ini. Karena krunya masih berdomisili di Padang, penggarapan album ini molor hingga dua tahun. “Jadi, sebenarnya hambatan kami hanya masalah geografis saja,” ujar Dio, sang penggebuk drum.

    Meski demikian, kendala itu tak lantas menyurutkan semangat mereka untuk album ini. Dengan mendapuk beberapa nama yang sudah lama berkecimpung dalam dunia musik Inodnesia, seperti Ully D’Gank, yang didaulat menjadi music director. Adapun untuk pengisian string, hadir Ferry Efka, yang tenar sebagai kibordis cabutan Shiela On 7.

    Aguslia Hidayah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.