Dijemput Paksa, Akhirnya Arumi Bachsin Pulang ke Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arumi Bachsin. TEMPO/Andika Pradipta

    Arumi Bachsin. TEMPO/Andika Pradipta

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah melalui mediasi yang cukup panjang antara penasihat hukum keluarga Arumi Bachsin, Minola Sebayang dengan Ketua Komnas Anak, Seto Mulyadi, dan juga melalui pembujukan, akhirnya Kamis (20/5), Arumi Bachsin dijemput paksa oleh keluarga.

    Nampak sang Ayah, Rudi, terlihat menyambangi tempat keberadaan Arumi di Panti Penitipan Anak, Bambu Apus, Jakarta Timur. Rudi dan Syifa, tante Arumi yang didampingi Kak Seto terlihat sangat antusias untuk menjemput Arumi. "Awalnya memang dia (Arumi) nggak mau pulang tapi karena semua sudah ada kesepakatan antara keluarga dan Arumi, jadi dia mau,"tutur Rudi, Kamis (20/5).

    Namun, Rudi enggan mengatakan kesepakatan yang ada. Baginya, itu adalah urusan keluarga. Arumipun nampak begitu sehat dan tidak depresi. "Ya Alhamdulillah aku sehat. Dan di sini aku banyak melakukan kegiatan,"kata Arumi.

    Memang, sebelumnya Tante Arumi, Syifa agak terlihat memaksa Arumi. "Ya sebenarnya kita mau Arumi pulang dengan sukarela tapi tadi memang agak keras tapi setelah ada kesepakatan jadinya dia mau,"tambah Syifa.

    Saat bertemu dengan Arumi, Rudi langsung memeluk buah hatinya sepekan lebih minggat dari rumah. "Kayak sinetron yah, terharu," papar Arumi dengan memeluk sang ayah.

    Namun sayang kejadian yang mengharukan itu tak dihadiri sang Ibunda Arumi, Maria Lilian Peacs. Pasalnya, Maria masih berbaring di kamarnya akibat tekanan darah yang terus naik. "Mamanya masih sakit jadi nggak bisa datang,"ucap Rudi.

    Setelah ini Arumi juga akan membayar seluruh kewajiban yang telah ia tinggalkan. "Ya pokoknya kembali lagi ke aktivitas awal. Aku juga nggak kasih syarat khusus kok," tegasnya. Perihal orang ketiga, Arumi enggan mengomentarinya. Saat ini Arumi berada di kediaman tantenya, Syifa di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

    PRIH PRAWESTI FEBRIANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.