Malang Kembali Menggelar Festival Malang Kembali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Malang -- Yayasan Inggil dan Pemerintah Kota Malang menggelar Festival Malang Kembali (FMK) V di Jalan Ijen Kota Malang. Tujuan digelarnya festival yang berlangsung pada 20 – 23 Mei ini adalah untuk mengenalkan budaya tempo dulu kepada masyarakat.

    FMK V mengambil tema Rekonstruksi Budaya Panji. Menurut Ketua Panitia FMK Dwi Cahyono, Budaya Panji dipilih karena merupakan budaya Jawa Timur yang sudah terkenal sampai luar negeri. Tapi banyak masyarakat yang belum mengenalnya secara lengkap. "Ini untuk mengangkat Budaya Panji," katanya, Kamis (20/5).

    Berbagai kegiatan digelar untuk menyemarakkan FMK, seperti seminar internasional dan karnaval topeng. Untuk karnaval, Panitia membidik Rekor MURI untuk jumlah peserta terbanyak. "Akan ada tujuh ribu peserta bertopeng," ujar Dwi. Dalam karnaval tersebut, setipa peserta akan mengenakan topeng tradisi maupun topeng fantasi.

    Ada 400 stan dalam FMK tahun ini yang menyajikan aneka makanan tradisional, kerajinan, batik, barang antik, dan jasa tradisi. Selain itu juga akan dipentaskan kesenian tradisional yang akan digelar di lima panggung.

    Dalam FMK kali ini, panitia menyiapkan sepuluh zona untuk menghadirkan kembali Budaya Panji. Ke sepuluh zona itu antara lain Panji Konservasi Alam, Edukasi Budaya Panji, Seni Pertunjukan Panji, Exhibisi Panji, Panji Ikon Budaya Jawa Timur, sejarah dan Legenda Panji Panji, Pendidikan Usia Dini, dan Pasar Rakyat.

    Dalam zona Panji Konservasi Alam, misalnya, akan dihadirkan proses daur ulang, energi alternatif, pertanian organi, dan pengendalian hutan tropis. Sedangkan dalam zona sejarah dan legenda Panji dihadirkan duplikat hutan pertapaan Panji, tokoh-tokoh Panji dan candi-candi yang berelief Panji.

    FMK rencananya juga akan dimeriahkan oleh Karnaval Topeng Malangan yang diikuti tujuh ribu peserta. Dalam karnaval yang dilombakan ini, setiap peserta lomba terdiri dari lima orang. Topeng yang dipertunjukkan bisa berupa topeng tradisi maupun topeng fantasi.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Malang, Rr Diana Ina WH menjelaskan panitia mentargetkan jumlah pengunjung sebanyak 400 ribu orang per hari. Ia optimis target ini akan tercapai karena penonton FMK dari tahun ke tahun semakin banyak.

    FMK mulai digelar pada 2006. Pada saat itu panitia menghadirkan suasana masa antara tahun 1914-1945. FMK II menghadirkan suasan tahun 1942-1947, dan FMK III menghadirkan suasana Malang antara tahun 900-1947 dengan penonjolan pada era kerajaan yang ada di Malang, seperti Kerajaan Kanjuruhan dan Singosari. Lalu FMK IV menghadirkan suasana Malang tahun 1938-1958.


    BIBIN BINTARIADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.