Patung Tentara Terakota Kembali Ditemukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (keralaarticles.com)

    (keralaarticles.com)

    TEMPO Interaktif, Jakarta -

    Tim arkeolog Cina kembali menemukan 114 patung tentara terakota baru di kompleks pemakaman dinasti Qin di Xian, CIna. Sebagian besar patung-patung itu ditemukan dalam dalam kondisi hancur berkeping-keping dan diletakkan berdampingan dengan pot, senjata, dan benda-benda lain.


    Sebanyak 8.000 lebih patung tentara dari tanah liat yang dibuat pada masa 221 Sebelum Masehi itu berhasil diangkat dari dalam tanah setelah penggalian yang dilakukan sejak Juni tahun lalu. Patung-patung yang catnya sudah memudar ditelan waktu itu diperkirakan dibuat dengan dekorasi yang cerah.


    "Kami amat terkejut karena senang dengan temuan warna-warna yang kaya dari tentara terakota ini," kata kepala tim arkeologis, Xu Weihong, kepada China Daily. Menurutnya, diperlukan kerja keras untuk memperbaiki patung tentara itu karena mereka pecah berkeping-keping. “Butuh sedikitnya 10 hari untuk satu tentara," tambahnya.


    Tim juga menemukan tanda-tanda terbakar di tanah lihat, sebagai bukti bahwa lubang itu pada satu masa pernah dibakar. Memang sudah lama diduga bahwa mausoleum itu dibakar oleh pemimpin kelompok pemberontak pada masa itu tak lama setelah dibangun, namun banyak isi kuburan itu yang selamat.


    Kompleks pemakaman dinasti Qin ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1974 oleh warga kampung setempat . Sejak itu para arkeolog mulai melakukan penggalian di sana. Kawasan kuburan itu dibangun untuk Kaisar Qin Shihuang, yang dianggap sebagai kaisar pertama di Cina.Tentara yang satu per satu dihiasi dengan warna-warna cerah itu dimaksudkan untuk melindungi Kaisar Qin Shihuang di alam baka.


    Nunuy Nurhayati (BBC)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.