Menikmati Rasa Sayange ala Deep Purple

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota kelompok musik Deep Purple (dari kanan ke kiri) Roger Glover, Ian Gillan dan Steve Morse, tampil di  Oslo,  Spektrum, Norwegia (23/11). REUTERS/Kyrre Lien/Scanpix

    Anggota kelompok musik Deep Purple (dari kanan ke kiri) Roger Glover, Ian Gillan dan Steve Morse, tampil di Oslo, Spektrum, Norwegia (23/11). REUTERS/Kyrre Lien/Scanpix

    TEMPO Interaktif, Singapura - Panggung Singapore Indoor Stadium berkapasitas 12 ribu orang itu mendadak gelap. Lalu, meledak intro musik bernuansa cepat yang sangat dikenal penonton. Di panggung, Ian Gillan, sang vokalis, seolah berdiri sendirian di bawah sinar lampu sorot. "…nobody gonna take my car/I am gonna race it…".

    Seperti  dikomando, seluruh penonton bersorak. Lagu "Highway Star" yang legendaris itu membuka konser Deep Purple dengan hentakan khas mereka: Irama cepat, sangat "ngerock", dan membetot gairah. Sebagian penonton tanpa sadar berdiri dan merangsek ke depan. Tak ayal, petugas keamanan sampai sibuk mengusir mereka kembali ke kursinya.

    .Lagu yang berkisah tentang raja jalanan ini berhasil menggebrak penonton yang tak sabar menunggu. Terlambat 15 menit dari jadwal, satu demi satu hits grup legendaris asal Inggris ini mengalir lancar. Tanpa kata pembuka, tanpa sambutan basa-basi. Baru pada lagu ketiga, Ian Gillan mulai menyapa penonton.

    Vokalis yang sudah bergabung dengan grup asal Inggris yang dibentuk tahun 1969 ini tampak tua dan kurus. Power suaranya pun sudah jauh berkurang. Itu pula sebabnya, Ian seperti menghindar menyanyikan hit Deep Purple yang mengandalkan vokal dengan musik minimal, seperti "Child in Time" atau "Soldier of Fortune".

    Tapi karisma grup yang sudah berganti-ganti personil ini tetaplah terasa. Dengarlah ketika para kakek ini - umur mereka rata-rata 65 rahun -- membawakan "Smoke on the Water". Gebukan drum Ian Paice, ditingkah jeritan gitar Steve Morse dan lengkingan keyboard Don Airey mampu mengalirkan aura kejayaan grup yang digandrungi anak muda di tahun 1970-an. Hentakan bassist Roger Glover juga masih terasa membetot dada.

    Don Airey bahkan sempat bermain-main dengan keyboardnya. Ketika memberi kesempatan Ian Gillan istirahat, mantan keybordist Judast Priest, Black Sabbath dan Rainbow ini tiba-tiba memainkan lagu "Rasa Sayange".
     
    Diawali dengan irama pelan, makin-lama makin cepat, lagu asli Indonesia itu dengan cepat bermetamarfosa menjadi lagu rock. Boleh jadi, improvisasi lagu Rasa Sayange memang dia persiapkan untuk manggung di Malaysia, negeri yang mengaku-aku lagu itu milik mereka.

    Konser bertajuk "Deep Purple Live in Singapore" ini adalah satu dari rangkaian tur dunia yang mereka gelar sepanjang 2010. Di sini, mereka hanya manggung satu kali, tanggal 12 Mei kemarin. Singapura adalah satu dari enam negara Asia yang mereka singgahi, yaitu Taiwan, Hongkong (Cina), Thailand, Malaysia, dan Korea Selatan. Entah mengapa, mereka tidak mampir ke Indonesia. Setelah Asia, mereka akan berkeliling Eropa dan menutup turnya di Lille, Prancis, Desember 2010 nanti.

    DP (Singapura)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.