Diwisuda, Ben Kasyafani Bantah Segera Lamar Marshanda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ben Kasyafani

    Ben Kasyafani

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Di hari istimewa wisuda, video jockey MTV Ben Kasyafani tak didampingi sang kekasih, Marshanda. Ben tidak marah dan kecewa lantaran ia memahami kesibukan Marshanda sebagai seorang selebritas.

    “Dia sedang sibuk shooting sehingga tak bisa datang di wisuda saya. Setelah wisuda saya juga ada shooting," imbuh Ben di Plaza Senayan, Selasa (11/5) .

    Walau tidak didampingi Marshanda, Ben cukup bahagia dan senang kedua orangtuanya bisa hadir. Di mata Ben, orangtuanya sangat baik. Sebab selama menempuh pendidikan di jurusan ilmu hukum orangtuanya tak pernah memaksa. Padahal pada semester enam dan tujuh Ben sudah malas melanjutkan kuliah.

    “Orangtua senang saya lulus. Mereka tidak percaya juga sih karena saat semester enam dan tujuh saya agak malas melanjutkan. Mereka membebaskan saya mau melanjutkan atau tidak. Mereka tak kecewa atas pilihan saya, jika tak melanjutkan,” terang pria kelahiran 4 Juli 1983 ini.

    Ben merupakan angkatan 2001. Di angkatannya, hanya Ben dan satu sahabatnya yang diwisuda tahun ini. Maklum Ben menghabiskan delapan tahun untuk meraih gelar sarjana hukum di Universitas Pelita Harapan. Ben merasa lega karena perjalanan panjangnya membuahkan hasil.

    “Lega banget bisa menyelesaikan pendidikan dan mendapat gelar sarjana,” ucap Ben. Ben berterima kasih atas dukungan Marshanda dalam memberikan motivasi agar dirinya tak menyerah menyelesaikan pendidikan. Ben membantah ia menyelesaikan pendidikan untuk segera melamar Marshanda. “Memang melamar orang harus S1 ya,” elak Ben.

    Mengenai kuliah kembali, pria yang bermain di film Musik Hati ini masih pikir-pikir melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana. Apalagi ia sudah dinanti sederet jadwal shooting, antara lain di dunia sinetron. “Sinetron sudah mulai produksi. Di sisi lain saya S1nya lama, jadi S2 nanti dulu,” terang Ben seraya tersenyum.

    Nantinya ilmu hukum yang Ben dapat tak serta merta ia terapkan di dunia pengacara. Menurut Ben, hukum sangat luas dan bisa diterapkan di mana saja. Berhubung Ben tertarik pada bisnis dan usaha, ia akan memakai ilmunya di ranah tersebut. “Saya suka ke bisnis dan usaha, jadi tidak ke arah sana (pengacara),“ tuntas Ben.

    PRIH PRAWESTI FEBRIANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.