Maudy Koesnaedi "Si Tukang Cukur"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maudy Koesnaedi. TEMPO/ Nunu Nugraha

    Maudy Koesnaedi. TEMPO/ Nunu Nugraha

    TEMPO Interaktif, Presenter yang juga mantan None Jakarta, Maudy Koesnaedi, 34 tahun, tengah sibuk luar biasa. Ia menjadi produser sekaligus pemain untuk sandiwara musikal Betawi berjudul Doel antara Roti Buaya dan Burung Merpati, Kembang Prung Nunggu Dipetik.

    Pementasan itu bakal digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada 14-15 Mei mendatang.
    Lama persiapan pementasan itu yang hanya lima bulan membuat Maudy harus membuat surat ke berbagai pihak sendirian. Dia pun harus bergerak mencari sponsor. Gubernur DKI Jakarta menjulukinya si tukang cukur. Maklum, karena banyak kerja sendiri, prilakunya mirip tukang cukur, yaitu membukakan pintu, mencukur, dan menerima uang dari pelanggan.

    Dengan melakukan banyak hal sendiri, awalnya cukup merepotkan, karena ibu satu anak ini terkenal dengan sebutan "Pentium soak", karena saking awamnya dia pada dunia teknologi. "Dulu aku enggak bisa kirim e-mail, apalagi pakai attachment. Aku gaptek banget," tuturnya di sela-sela pemotretan majalah Travelounge--majalah wisata yang diterbitkan grup Tempo,

    Selasa lalu. Kini, dengan senyum lebar, ia mengaku sudah piawai dalam mengirim surat elektronik, tentunya dengan embel-embel attachment. "Nah, itu manfaat lain dari bikin sandiwara musikal Betawi yang kedua ini," ujarnya sembari tertawa lebar.

    Lantas, untuk bisa melakukan aksi di perangkat smartphone yang dimilikinya itu, ia mempunyai pemandu khusus. "Cuma Eric (suaminya) yang bisa ngasih aku guidance," ucapnya. Artinya, guru lain tak bakal mempan. Menurut Maudy, Eric sudah mendesaknya menggunakan laptop saat ia menangani pementasan pertama yang berjudul Nyai Dasima tahun lalu. Namun ia menganggap hal itu tidak perlu. Kebutuhan itu baru terasa benar pada pementasan kedua ini karena waktu untuk persiapannya lebih pendek. "Jadi terpaksa bikin surat ke mana-mana pakai BB (BlackBerry), deh," katanya.

    RITA NARISWARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.