Tak Takut Memelihara Mimpi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menebus Impian

    Menebus Impian

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Alkisah, Nur Kemala, seorang perempuan cantik, tinggal berdua dengan ibunya. Di kota metropolis itu, mereka harus melawan kehidupan yang serba susah. Ibunya yang hanya menjadi buruh cucian, dengan segala daya upaya membiayai kuliah Nur hingga lulus. Namun keduanya berbeda pandangan dalam menyikapi hidup yang lebih baik. Ibunya melarang Nur bekerja, tapi tekad Nur untuk mencari tambahan penghidupan tak bisa dibendung.

     

    Begitulah film baru garapan sutradara Hanung Bramantyo, Menebus Impian. Film ini menggambarkan keteguhan hati untuk mencapai keinginan mengubah hidup yang lebih baik. "Kisah dalam film ini berdasarkan cerita nyata," kata Hanung.

     

    Nur Kemala (diperankan oleh Acha Septriasa) kemudian bertemu dengan Dian Septiadji (Fedi Nuril), seorang mahasiswa yang tekun menggeluti dunia multilevel marketing (MLM). Ia telah berhasil mendapatkan level tinggi dalam jejaring tersebut.

     

    Mulanya, Nur adalah bagian dari target Dian untuk dijadikan anggota bisnisnya. Nur, dalam istilah Dian, siap untuk diprospek. Namun Nur menolak karena bisnis ini tak menguntungkan sama sekali. Nur terus mencari pekerjaan yang bisa ia jalankan sembari kuliah.

     

    Hingga suatu kali, Sekar, ibu Nur (Ayu Dyah Pasha), terkena tumor otak dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Nur mau tak mau harus menyiapkan sekian banyak biaya untuk menanggung perawatan itu. Pada akhirnya, ia mau menjalankan bisnis MLM tersebut.

     

    Motivasi dan dukungan terus-menerus diberikan Dian. Ia selalu membiarkan Nur memelihara impiannya. “Jangan pernah takut untuk bermimpi. Ketika kita takut mengejar mimpi, bisa jadi impian itu akan lari mengejar kita,” begitu ujar Dian saat memotivasi Nur. Kisah cinta pun terjalin di antara mereka.

     

    Hanung sangat terkesan akan kisah salah seorang temannya yang menuturkan cerita ini, meski alur ceritanya didominasi oleh jejaring bisnis semacam ini. Kisah yang dituturkan sangat pribadi dan dekat dengan Hanung. Maka Hanung mau mengangkat tema ini meski ia tak menyukai jejaring bisnis tersebut.

     

    Menurut Hanung, film yang ia buat sama sekali belum sempurna. Banyak intrik yang lebih luar biasa di dunia MLM tak sempat digambarkan dalam film ini. "Bagi saya, film ini sangat membantu orang yang butuh motivasi," katanya.

     

     

    ISMI WAHID


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto