Dude Harlino Mimpikan Jadi Sutradara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah belasan tahun menggeluti dunia seni peran, Dude Harlino ternyata tak hanya ingin tampil sebagai aktor di depan kamera. Pria kelahiran Jakarta, 2 Desember 1980, ini juga berhasrat mencicipi jadi sutradara.

    Dia ingin merasakan keribetan memproduksi sebuah sinetron atau film dengan bekerja di belakang layar. "Banyak mimpi saya di bidang ini (akting). Banyak karakter yang belum saya mainkan. Saya ingin produksi sinetron atau film sendiri, sesuai dengan apa yang saya inginkan," ujar Aktor Terfavorit Panasonic Awards 2010 ini, di Hard Rock Cafe, Minggu (18/4) malam.

    Lantaran tak punya banyak waktu untuk mendalami teknik memproduksi film atau sinetron di sekolah khusus, Dude memilih belajar secara otodidak. Dia memperhatikan cara kerja para kru di lokasi syuting dan banyak bertanya pada mereka. "Di lokasi syuting, saya banyak belajar.

    "Banyak tanya ke ahlinya, ke senior. Tapi nanti kalau ada waktu dan kesempatan, saya mau sekolah (penyutradaraan)," ujar pemeran Donny dalam sinetron Nikita ini.

    Sebelum benar-benar berkecimpung di belakang layar, terlebih dahulu pria yang memiliki tinggi badan 178 cm ini ingin menjajal beragam peran dan genre meski baginya terbilang sulit melepaskan imej cowok baik-baik.

    "Bagi saya tema itu bisa apa saja, mau komedi, drama, atau religi. Kalau saya merasa sanggup memerankannya, saya pasti akan saya mainkan," ungkapnya.

    Menyinggung soal bayaran, bintang film Ketika Cinta Bertasbih 2 ini mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya. Asalkan ceritanya menarik dan perannya menantang, dia akan mengiyakannya.

    "Tidak semuanya dan selamanya diukur dengan uang. Yang penting kepuasan batin kita," ujar pemeran film Ada Apa Denganmu tersebut.

    PRIH PRAWESTI FEBRIANI
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.