Peran Perempuan dan Syariat Islam dalam V Film Festival  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • V Festival

    V Festival

    TEMPO Interaktif, Jakarta  -- Festival Film Perempuan Internasional di Indonesia atau V Film Festival (VFF) 2010 tak hanya menampilkan film tentang perempuan. VFF 2010 tahun ini juga menampilan satu kategori film tentang perempuan dan syariat Islam.

    "Sangat penting dan menarik sekali melihat peran perempuan dalam syariat Islam di Indonesia," ujar Veronika Kusumaryati, kurator VFF 2010 saat jumpa pers di Serambi Salihara, Kamis (15/4). Vero mengatakan selama ini peran perempuan tidak pernah dianggap penting dalam penerapan syariat Islam. Selain itu, perempuan kerap menjadi korban yang paling terlihat dalam penerapan hukum syariat Islam. "Sangat berhubungan dengan moralitas kaum perempuan," katanya.

    Pada kategori ini, VFF 2010 akan menampilkan lima film pendek yang dibuat oleh sutradara amatir maupun semi profesional. Tiga film dibuat di Aceh oleh remaja-remaja yang sama sekali belum memiliki pengalaman lebih tentang pembuatan film. Satu film dari Sulawesi Selatan berjudul Makkunrai Makkutama : The Woman Who is Questioning. Sedangkan satu film lagi bikinan Malaysia berjudul Mencari Kartika yang bercerita tentang hukuman cambuk bagi perempuan yang telah meminum alkohol.

    Film tentang perempuan dan syariat Islam ini akan ditayangkan pada Sabtu, 24 April jam 16.30 WIB di Goethe Haus dan Selasa, 27 April jam 14.15 WIB di Kineforum TIM.

    VFF 2010 juga akan menampilkan program khusus tentang film-film yang dibuat pertama kali oleh sutradara perempuan Indonesia. "Kami ingin menampilkan bagaimana perempuan membuat film untuk pertama kalinya. Bahwa perempuan sangat sulit untuk menembus pasar industri film saat itu," ujar Vero.

    Untuk kedua kalinya Festival Film Perempuan Internasional di Indonesia akan diselenggarakan pada 21 hingga 27 April di 3 tempat di Jakarta, yaitu Goethe Haus, Komunitas Salihara dan Kineforum TIM. Festival yang diselenggarakan oleh Jurnal Perempuan, Kartini Asia Networ, Komunitas Salihara dan Kalyanashira Foundation akan mengambil tema Identity and Youth.

    Ismi Wahid


  • FFI
  •  

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.