Kelahiran Baru The Misfits  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konser Grup Band Misfit di Ancol, Jakarta.(TEMPO/Arnold Simanjuntak)

    Konser Grup Band Misfit di Ancol, Jakarta.(TEMPO/Arnold Simanjuntak)

    TEMPO Interaktif, Pepatah lama “makin tua makin bersantan” boleh dibilang pantas disandang para personel band cadas asal Amerika Serikat: The Misfits. Meski tak muda lagi, rata-rata berusia di atas 50 tahun, penampilan mereka di atas panggung Hall Dome Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu malam pekan lalu tetap energetik.

    Stamina mereka--Jerry Only (vokalis dan pemain bas), Dez Cadena (gitaris), dan Goat (penabuh drum)--tampak prima. Mereka yang terbang langsung belasan jam dari Amerika itu langsung menggebrak dalam konser yang dipadati sekitar 2.000 penonton tersebut.

    Sebagian besar penonton yang datang ke Hall Dome malam itu adalah penggemar fanatik Misfits. Mereka umumnya datang dari komunitas punk. Meski begitu, ada pula penonton yang sekadar memenuhi rasa penasarannya terhadap penampilan band yang banyak dijadikan kiblat sejumlah grup rock tersebut.

    Malam itu, tanpa basa-basi Misfits membuka konser, yang dimulai pukul sembilan tersebut, dengan nomor hit mereka bertajuk Halloween. Musik mengalir keras dan panggung pun bergetar. Mendadak sontak para penggemar fanatik Misfits merespons dengan gemuruh sorak dan entakan kaki yang sesekali ditingkahi lompatan-lompatan tak beraturan.

    Bagi pencinta musik cadas, terutama aliran punk rock, konser Misfits di Ancol termasuk spesial. Sebab, menurut promotor Solucites, konser band yang terkenal lewat album Walk Among Us tersebut adalah perhelatan satu-satunya di Asia dan pertama di Indonesia.

    Ucapan sang promotor itu bukan isapan jempol belaka. Band yang berdiri di Lodi, New Jersey, Amerika, itu sungguh menepati janjinya untuk tampil maksimal. “Akan kami berikan pertunjukan yang luar biasa,” kata sang pemain bas sekaligus vokalis band Misfits, Jerry Only, kepada wartawan sebelum pentas.

    Setelah lagu pembuka Halloween, nomor-nomor gahar lain kemudian meluncur deras. Nomor bermelodi keras mengalir tanpa jeda. Sepanjang sekitar dua jam, Misfits membawakan 50 lagu mereka, termasuk sejumlah single hit-nya, seperti Hybrid Moment, Teenagers from Mars, dan Some Kind Hate.

    Selain itu, mereka membawakan nomor anyar, seperti Die Die My Darling dan Green Hell, yang pernah dipopulerkan kembali oleh Metallica, plus Attitude--yang pernah diaransemen ulang Guns N’ Roses. Nomor-nomor itu mereka mainkan seolah tanpa lelah. Dan nyatanya, sukses memancing para penonton untuk makin hanyut dalam euforia konser.

    Ya, konser Misfits di Ancol malam itu cukup memukau. Sayangnya, penampilan prima dan energetik Misfits tak didukung tata suara yang apik. Boleh dibilang tata suaranya agak mengecewakan.

    Berdiri pada 1977, band yang dibidani Glenn Danzig dan Jerry Only itu kemudian menorehkan kiprahnya di jalur hardcore dan punk. Misfits juga pernah memperkenalkan musik-musik yang lebih suram dan horor, yang kemudian dikenal dengan hardcore punk. Selain itu, di awal-awal berdirinya mereka menciptakan dandanan hantu: horror punk. Danzig dan Only kemudian mengambil sebuah maskot bergambar tengkorak dari sebuah poster tua serial TV pada 1946, The Crimson Ghost, sebagai lambang The Misfits.

    Dalam perjalanannya, Misfits banyak mempengaruhi grup rock lainnya, seperti Metallica, My Chemical Romance, dan The Banner. Namun tak dimungkiri Misfits sendiri juga banyak dipengaruhi band lain. Lagu Cough/Cool, misalnya, mengingatkan kita pada karya The Doors, yang muram dan puitis. Lalu band punk asal Inggris, Ramones dan The Damned, banyak memberikan inspirasi kepada Misfits.

    Sejak berdiri, Misfits telah merilis enam album studio. Walk Among Us (1982) dan Earth A.D. (1983) adalah album yang mengharumkan nama mereka. Setelah sekian lama berkarier di jalur bawah tanah, album itu menjadi penanda perkenalan mereka kepada publik umum. Sayangnya, band ini tak berumur panjang setelah Danzig dan Only cekcok. Mereka bercerai dan jalan masing-masing. Only menggaet saudara kandungnya, Doyle, untuk menguatkan The Misfits. Adapun Danzig sibuk dengan band barunya.

    Kini, di The Misfits hanya ada Only, Cadena yang dicomot dari Black Flag, dan Robo si anggota termuda ke-26. Sejak 2005, ketiganya mulai merangkak lagi untuk naik ke panggung. Begitu juga Danzig dan Doyle yang merapatkan diri untuk Blackest of the Black di Eropa.

    Aguslia Hidayah (pelbagai sumber)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto