Pentas Lenong Sensasi Urban Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Liga Tari Mahasiswa Universitas Indonesia menggelar Lenong Krida Budaya bertajuk Sensasi Urban Jakarta” di gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada kamis malam lalu. Pertunjukkan sendratari yang dibungkus dengan lenong itu bercerita tentang betapa kompleknya kehidupan Jakarta dipandang dari segi budaya hingga tingkah laku warganya.

    Pentas yang dibuka dengan tari Topeng Urban itu mengisahkan kehidupan masyarakat di salah satu perkampungan di sudut kota Jakarta beberapa puluh tahun lalu. Namanya Kampung Sukatari. Layaknya kehidupan perkampungan di Jakarta, kampung tersebut pun dihuni oleh beberapa orang dari suku, agama, ras, budaya, serta status sosial yang berbeda,

     

    Misalnya, tokoh Babeh (diperankan Ari Endra), seorang saudagar asli Betawi yang memiliki berhektar-hektar tanah di Jakarta. Pak Jamal, pengusaha asal Arab Saudi yang sukses menjalankan bisnisnya di tapi dia kurang peduli dan enggan berbaur dengan warga dis ekitar lingkungannya.

     

    Ada pula sosok Chi Tha Yiem, seorang perempuan Tionghoa yang menjadi pengusaha restoran dan memiliki enam anak gadis yang cantik-cantik. Lalu Pak Ichsanudin, Ketua RT Kampung Sukatari dan sejumlah warga lainnya.

     

    Alkisah, Babeh berusaha menjual tanah miliknya kepada Pak Jamal dan Chi Tha Yiem. Melihat langkah babaeh itu, sang anak, Buday, tak setuju dengan niat ayahnya tersebut. Babeh dan Buday kemudian sering cekcok mulut dengan logat Betawi yang khas serta tingkah yang lucu membuat ratusan penonton yang memenuhi ruangan tersebut terpingkal-pingkal.

     

    Lalu keriuhan ibu-ibu yang bergosip juga disuguhkan. Diiringi tari Mpok Gosip, yang menggambarkan sekumpulan ibu rumah tangga di perkampungan Betawi yang terdiri dari pelbagai suku dan ras. Mereka melebur menjadi satu dan menjadi perempuan Betawi yang cablak, ceria, cepals ceplos, sederhana, dan kerjanya senang membicarakan orang lain.

     

    Pentas lenong tersebut tak hanya bercerita tentang kehidupan warga, tapi juga mengangkat fenomena lain kota Jakarta yang terkenal dengan budaya macetnya. Cerita itu dikolaborasikan dengan gerakan tari Satu Jalanan, yang menggambarkan jalanan Jakarta yang rusuh, macet tak beraturan, semua orang berbagai golongan berkumpul dalam sesaknya lalu lintas. Tapi, ironisnya hal itu tak berlaku buat pejabat yang seolah-olah punya jalan sendiri, sehingga dapat melalui jalan tanpa hambatan.

     

    Terakhir, ada juga suasana di dalam kereta api yang ditampilkan. Itu dilukiskan dengan tari Hati Kami di Kereta, di mana macam-macam tingkah orang di kereta, seperti desak-desakkan, pedagang asongan dan para pencopet yang berkeliaran pun tak luput dari sorotan.

     

    Pembina Liga Tari Mahasiswa UI Ninik L. Karim menyatakan, persiapan pertunjukkan itu dilakukan sejak tiga bulan lalu. Ide awalnya mengusung konsep sebuah sendratari yang dikemas dengan lenong yang menggambarkan kehidupan di kota Jakarta. “Kami ingin mengangkat fenomena yang terjadi di tengah kota urban terbesar di negeri ini melalui seni,” kata Ninik.

     

    Pertunjukkan tersebut, tutur Ninik, setidaknya mencoba memberikan pemikiran dan masukan untuk Jakarta dari berbagai aspek terutama melalui bahasa dan kiprah seni budaya: tari dan teater. “Juga memberi kesadaran kita sebagai penghuni kota berjuta umat ini untuk tetap mencintai kota Jakarta,” ujarnya.

     

     

     

    HERRY FITRIADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.