Arti Angka 13 untuk Band Padi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup band Padi. TEMPO/Prih Pawesty

    Grup band Padi. TEMPO/Prih Pawesty

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebagian orang menilai angka 13 itu adalah angka sial. Namun tidak demikian dengan band Padi. Mereka justru merasa angka 13 merupakan sesuatu yang baru.

    “Buat saya angka 13 yang bagus buat saya. Karena filosofinya seperti jarum jam. Tapi kalau jarum jam kan hanya sampai angka 12 nah kita sudah sampai pada angka 13 jadi seperti lahir kembali rasanya,” ujar sang vokalis, Fadli, di Jakarta, Sabtu (10/4).

    Cara merayakan hari jadinya cukup unik yakni dengan cara manggung di atas balkon Emotin yang berada di Jalan Blora. Tak urung pertunjukkan Padi tersebut membuat jalan di sekitar Jendral Sudirman macet.

    “Kita manggung di sini nggak pake izin polisi dulu. Jadi agak frontal sedikit. Sebelumnya kita juga pernah manggung di atas gedung Sarinah dan itu sudah dua tahun yang lalu,” papar Yoyo, sang penabuh drum.

    Beruntung aksi frontal band yang lahir pada tahun 1990 tersebut tak membuat suasana menjadi hingar bingar. “Alhamdulillah banget aksi kita ini nggak ada aksi anarki. Jadi kita bisa memuaskan Sobat Padi yang lama tak melihat aksi panggung kita. Di sini kita hanya membawakan lima lagu satu di antaranya ada lagu baru yakni Terbakar Cemburu,” tegas Piyu sang gitaris.

    Mereka juga bersyukur karena sudah sampai pada umur angka 13. “Jarang sekali kan ada grup band yang masih tetap bertahan sampai sekarang. Padahal kita juga nggak mengeluarkan album hanya single, itu juga hanya satu. Kita berharap bisa memberikan sesuatu di industri musik Indonesia dan mohon doa restunya pada album mendatang,” tutur Ari, sang gitaris.

    Mereka pun tak memiliki obsesi yang muluk di usia 13 tahun. “Kita bukannya mau muluk-muluk dan mencari sebuah mimpi yang berlebihan. Selama 13 tahun sudah banyak penghargaan yang kita dapat setiap keluar album. Yang kita minta nggak muluk-muluk yakni semoga kita bisa diterima dan menjadi katalog yang bagus buat Indonesia,” ungkap Piyu.

    Mereka juga tak akan membuat lagu yang berbeda. “Nanti kalau kita bikin lagu berbeda takutnya nggak ada yang memperhatikan lagi. Jadi sekarang cukup single saja. Kekhawatiran akan takut ditinggal fans ada tapi kita mau berkarya terus jadi kita tetap bikin album Patah Hati tapi nanti belum selesai albumnya,” tambah Piyu.

    Band yang melambung lewat tembang ‘Sobat’ ini terakhir kali meluuncurkan album pada 2007 dan dalam rentan waktu tiga tahun mereka tak melakukan gebrakan apapun. Baru belakangan ini mereka membuat single terbarunya yang berjudul Terbakar Cemburu.

    PRIH PRAWESTI FEBRIANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.