Festival Film Anak-anak Internasional Digelar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan film 'The Crocodiles' yang akan menjadi film pembuka di Kidfest. (Constantin Film)

    Adegan film 'The Crocodiles' yang akan menjadi film pembuka di Kidfest. (Constantin Film)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Festival Film Internasional Anak-anak (Kidfest) kembali digelar bulan ini. Acara yang merupakan perhelatan kedua milik Yayasan Kalyana Shira tersebut akan menghadirkan 15 film anak berkualitas yang berasal dari sepuluh negara.


    Festival, yang akan berlangsung sepanjang 16-25 April ini, akan dibuka dengan pemutaran film dari Jerman, The Crocodiles (2009), arahan sutradara Christian Ditter. Adapun sebagai film penutup festival akan diputar film animasi Sunshine Barry and The Disco Worms, besutan sineas Denmark, Thomas Borch Nielsen.


    "Film-film festival ini akan diputar di ruang publik di Pasific Place Mall Jakarta, dibuat seolah layar tancap gratisan," kata Nia Dinata, pendiri Kalyana Shira, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu sore tadi.


    Selain kedua film di atas, masih banyak film lain yang patut ditonton sekaligus sebagai sarana edukasi bagi sang buah hati. Film-film itu, antara lian, SOS Summer of Suspense (Norwegia), The Azemichi Road (Jepang), Frogs & Toads (Belanda), dan Little Robbers (Austria).


    "Tahun ini, acara tak sekadar pemutaran film," ujar Nia. “Kidsfest juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar membuat subtittle film, workshop akting, dan cara pembuatan film pendek.


    Masih ada lagi kegiatan lainnya. Sejumlah anak juga akan diajak untuk menjadi anggota Dewan Juri Belia yang nantinya bakal menjadi penentu satu film terbaik yang diputar di Kidsfest. "Film yang menang akan meraih penghargaan Kidsfest Audience Award," Nia menjelaskan.



    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.