Meski Adik Ipar Sutradara, Haykal Tak Diistimewakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haykal Kamil (kanan) ketika bermain dalam Kiamat Sudah Dekat. flickr

    Haykal Kamil (kanan) ketika bermain dalam Kiamat Sudah Dekat. flickr

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Haykal Kamil menolak jika dirinya dapat bermain dalam film hasil garapan sutradara sekaligus produser kenamaan, Hanung Bramantyo adalah hasil Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN).

    Pasalnya, kakak kandung dari pemeran film Kiamat Sudah Dekat ini merupakan istri kedua dari Hanung. “Aku main di film ini bukan karena KKN kok. Aku ikutan audisi juga. Dan Alhamdulillah dapet peran ini,” ucapnya di FX Mall, Senin (5/4).

    Ini adalah kali kedua pria kelahiran Jakarta 6 Januari 1991 ini dapat bermain dengan sang kakak ipar. Dalam film Menebus Impian, Haykal yang juga berperan dalam sinetron Bidadari ini juga tak mendapatkan perlakuan khusus dari Hanung.

    “Sama sekali nggak ada perlakuan khusus. Justru saya yang harus menunggu Mas Hanung kalau selesai syuting. Karena aku berangkat dan pulang dianter Mas Hanung. Kalau pemain yang lain kena semprot otomatis aku juga kena semprot. Tapi aku hanya bisa diem dan menunduk saja,” imbuhnya seraya melirik sang kakak ipar.

    Haykal juga mendapat masukan dari sang kakak, Zaskia Adya Mecca jika aktingnya kurang memuaskan. “Kak Aya juga suka ngasih masukan agar akting aku bagus. Karena Kak Aya tahu kalau aku ada bakat di bidang ini. Makanya dia nggak bosen-bosen ngasih kritikan dan saran sama aku,” katanya.

    Hanung menambahkan, dirinya tak berani berkomentar apapun tentang sang adik ipar guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ketika ditanya apakah dirinya berminat membuat film keluarga, Haykal menjawab, ”wah itu sih tanya Mas Hanung saja.”

    “Ada rencana tapi belum tahu kapan,” timpal Hanung seraya tersenyum.

    PRIH PRAWESTI FEBRIANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.