Jazz Mben Senen untuk Singgih Sanjaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Sejumlah pemusik jazz tanah air seperti Dwiki Darmawan, Trie Utami dan penyanyi senior Waldjinah dipastikan hadir pada pentas Jazz Mben Senen di halaman Bentara Budaya Yogyakarta, Senin (5/4) malam. Acara ini sekaligus untuk mendoakan Singgih Sanjaya, pemusik senior Yogya, yang saat ini sedang terserang stroke.

    Selain Dwiki Darmawan dan Trie Utami, penyanyi jazz lainnya yang dipastikan tampil adalah Iga Mawarni, Oni Saunine dan Farah Di & Big Band. Pada acara itu para musisi juga akan memanjatkan doa khusus  untuk kesembuhan Singgih Sanjaya yang dipimpin oleh musisi Ananta.

    Singgih Sanjaya adalah musisi senior Yogyakarta. Lebih dari 200 aransemen dan komposisi musik karyanya telah dimainkan oleh banyak orkestra, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Selain menjadi staf pengajar di Institut Seni Indonesia, Singgih Sanjaya juga memimpin ISI Yogyakarta Orkestra dan Singgih Sanjaya Orkestra.

    Sejak awal Maret lalu Singgih terkena serangan stroke dan sempat dirawat sekitar satu minggu di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Saat ini Singgih Sanjaya sudah dirawat di rumah, meski kondisinya belum pulih benar.

    Kehadiran musisi-musisi jazz terkenal yang juga rekan-rekan Singgih Sanjaya itu merupakan bentuk kepedulian mereka akan musibah yang menimpa Singgih Sanjaya saat ini. Kehadiran mereka itu merupakan bentuk kepedulian terhadap Singgih, kata Hari Budiono, pengelola Bentara Budaya Yogyakarta, Minggu (4/4).

    Menurut rencana, Singgih Sanjaya juga akan hadir pada perhelatan jazz di halaman Bentara Budaya Yogyakarta, Senin (5/4) malam. Dengan melihat rekan-rekannya tampil di panggung, mudah-mudahan bisa meringankan penyakitnya, kata Hari Budiono.

    Jazz Mben Senen (jazz setiap senin) adalah pentas musik rutin setiap Senin malam yang digelar di halaman Bentara Budaya Yogyakarta. Pagelaran yang diselenggarakan Komunitas Jazz Jogja ini dimulai sejak awal Desember 2009 lalu dan sudah berpindah-pindah tempat hingga tiga kali sebelum akhirnya menetap di halaman Bentara Budaya Yogyakarta.

    Ketika masih main di kafe-kafe, format pentas musik jazz setiap Senin malam itu lebih banyak diskusinya. Semacam workshop musik jazz. Setelah pindah ke Bentara Budaya Yogya, formatnya diubah menjadi full pentas musik jazz. Pemusik boleh datang dan ber-jam session. Format ini menurut saya lebih menarik, kata Hari Budiono.

     

    Heru CN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto