Konser Terakhir Sarimanouk Quartet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Layaknya sebuah musik kamar,  Sarimanouk Quartet tampil begitu dekat dengan audiens yang memadati Teater Kecil Salihara, Sabtu (3/4) malam lalu. Tata panggung yang disajikan tampak sangat sederhana. Hanya alat-alat musik dan beberapa sistem suara. Lampu panggungpun tidak benuansa hingar bingar. Seperti pertunjukan jamming saja. Barangkali memang begitu cara mereka  untuk mengesankan musik yang dekat dengan audiens. Pertunjukan jazz yang amat minimalis,  namun  begitu kaya dengan teknik dan bunyi.

    Sarimanouk quartet terbentuk pada  2008 lalu dengan empat personil, yaitu Talafaral Ramiandriosa (saksofon dan klarinet), Yudo Nugroho Dodi Sundjojo (double bass), Julian Abraham Marantika (piano) dan Sandy Winarta (drum). Cita rasa jazznya banyak dipengaruhi oleh gaya musik Duke Ellington, Charles Mingus, Max Roach, John Coltrane maupun Miles Davis.

    Malam itu mereka memainkan sembilan lagu yaitu Getting There, Reunion Sweet no. 3, 5 dan 6, Meno's Mood, Little Bossa, Time for Change dan Request. Lagu terakhir berjudul  Request mendapat sambutan yang sangat meriah dibanding lagu-lagu sebelumnya. Masing-masing instrumen menampilkan solo performanya. Bahkan antara instrument satu dengan yang lain membikin dialog yang tak berkesudahan. Ritme terjaga namun terkadang muncul sinkopasi yang khas pada musik yang mengandalkan improvisasi itu.

    "Ini konser yang terakhir sebelum album kami diluncurkan," ujar Julian, pianis Sarimanouk usai pertunjukan. Ya, mereka akan merilis album berjudul Sarimanouk yang terdiri dari sembilan lagu, hasil karya para pemainnya.

    Julian menyebut konser tersebut sebagai  konser terakhir mereka lantaran  Sandy, pemain drum kelompok itu, bakal hijrah ke Belanda untuk menyelesaikan pendidikan masternya. Begitu pula dengan sang peniup saksofon, Talafara  akan segera kembali ke negaranya, Madagaskar. Lalu, apakah kelompok jazz yang masih tergolong muda ini akan berakhir? "Kami belum tahu apa yang akan dilakukan nanti. Kami berharap tetap bisa berkarya," ujar Julian. Yang pasti, sebelum Agustus nanti,  album mereka  akan diluncurkan.

    Ismi Wahid


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.