Ardie dan Nia Berbulan Madu ke Afrika Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prosesi siraman Nia Ramadhani. TEMPO/Prih Prawesti

    Prosesi siraman Nia Ramadhani. TEMPO/Prih Prawesti

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Nia Ramadhani akhirnya bisa bernafas lega setelah melewati ritual akad nikah yang menegangkan. Dara berusia 19 ini kini telah resmi menjadi Ny. Bakrie. "Alhamdulillah sekarang kita berdua sudah resmi menjadi suami istri," ucapnya di Hotel Mulia Kamis (1/4).

    Akad nikah yang dilangsungkan dengan adat Sunda ini berjalan lancar. Ardie juga membantah jika pernikahan ini adalah pernikahan yang mewah. "Alhamdulillah kita sudah menjadi pasutri. Pernikahan ini tidak seperti yang dibicarakan dan diberitakan media bahwa pernikahan ini dibesar-besarkan itu tidak benar. Kita melakukannya sewajarnya saja, insya Allah besok resepsi pakai adat Lampung," kata Ardie.

    Menurut pasangan ini yang membuat pernikahan mereka terasa istimewa adalah cincin nikah, di mana di tengah-tengah cincin nikah mereka terdapat darah keduanya yang dibekukan sebagai pengganti berlian.

    "Daripada berlian lebih baik darah kita. Ini adalah darah aku dan Ardie. Darah ini menandakan yang tadinya kita sendiri-sendiri sekarang menjadi satu," papar Nia. Lalu Ardie menyambut kata-kata Nia dengan ucapan, "Terima kasih istriku, jawabnya dengan memandang Nia.

    Masih kata Ardie, arti dari mas kawinnya 2015 adalah, "Saya mau mencari uang yang angka empatnya tidak ada, satu rupiah ditambah empat maksudnya satu April, sedangkan kalau dijumlah jadinya hari pernikahan," jelas Ardie.

    Mengenai bulan madu Ardie mengaku belum memikirkan akan berbulan madu kemana. "Hari Senin saya akan tetap kerja. Insya Allah ada rencana mau jalan-jalan sama keluarga, kebetulan kita pencinta bola, mungkin juga kita akan berbulan madu ke Arfika Selatan sambil nonton world cup."

    "Kalau momongan kita nggak menunda sedikasihnya saja," tutupnya dengan mengucapkan terima kasih kepada para wartawan.

    PRIH PRAWESTI FEBRIANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.