Kasus Aura Kasih Dianggap Berlebihan Jika Dipidanakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto: Dok. Pribadi

    Foto: Dok. Pribadi

    TEMPO Interaktif, Makassar – Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Makassar akan memeriksa artis Aura Kasih, Senin (29/3), terkait kasus dugaan penipuan dan perbuatan tidak menyenangkan. Namun yang hadir adalah kuasa hukum dari managemen Aura Kasih, Alen Irawan.

    Alen Irawan yang menghadiri permintaan Polwiltabes Makassar menilai jika pelimpahan kasus mangkirnya Aura kasih sebagai kasus pidana sangat berlebihan, sebab konstruksi hukumnya pada kontraknya. “Seharusnya penyelesaiannya secara perdata bukan pidana. Menurut kami itu berlebihan, “ kata Alen kepada Tempo.

    Mengapa perdata, kata Alen sebab yang menjadi duduk perkara sebenarnya adalah isi dalam kontrak yang tidak dipenuhi artis pelantun hits “Asmara” ini dan penyelesaianya juga harus di pengadilan Negeri Jakarta Selatan, jika didalam kontrak itu disetujui adanya uang prestasi. “Kami berharap polisi penyidik dapat bersikap obyektif menilai hal ini, “ ujarnya.

    Tapi Alen sendiri tidak mengetahui alasan mengapa Aura kasih mangkir dari panggilan polisi dilayangkan surat padanya Jumat (26/3) kemarin. Alen menjelaskan jika tidak seharusnya pihak event organizer PT Debindo Makassar Promo mendenda Aura sebanyak Rp 2,26 miliar, sebab Aura Kasih masih baru dan masih ada keperluan lain dan pihak aura kasih telah memenuhi permintaan maaf di media massa lokal Makassar.

    Menurut Kepala satuan Reserse dan Kriminal Ajun Komisaris Besar Polisi Fajaruddin, bahwa pemanggilan terhadap Aura Kasih untuk dimintai keterangan sebagai saksi dan bukan tersangka. Sebenarnya keterangan Aura sangat dibutuhkan karena kasus dugaan penipuan ini masih diuji dan sifat perjanjian kontrak dengan event organizer PT Debindo masih sepihak. "Kami anggap masih sepihak belum bisa menentukan apakah Aura tersangka atau tidak sehingga status hukumnya meningkat menjadi pendalaman."

    Sementara direktur utama PT Debindo Jeffrey Eugene menanggapi jika persoalan ini biarlah diselidiki oleh polisi dan pengadilan karena menurutnya ini tetap penipuan dan kasus perdata. “Kami merasa ditipu dengan mangkirnya Aura Kasih, “ ujarnya saat dihubungi Tempo.

    ABD AZIS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto