Resep Film Horor, Memburu Miyabi, Sakuragi dan Artis Syur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Sepanjang 2010 sudah ada 11 film yang beredar di bioskop-bioskop di Tanah Air. Resep para produser film horor itu adalah memberi bumbu seks. Mereka sampai berburu artis syur impor untuk membintangi film-film horor.

    Ody Mulya Hidayat adalah contohnya. Sepanjang pertengahan Maret 2010 dia berkeliling Hong Kong, Taiwan, hingga Korea Selatan. Agenda utamanya di Hong Kong adalah menjual film Air Terjun Pengantin, film bergenre horor garapan rumah produksinya, Maxima Pictures. Sedangkan di Taiwan dan Korea, ia sengaja berburu aktris papan atas kedua negeri itu.

    "Mereka akan dipasang untuk bermain di film horor kami selanjutnya," kata Ody saat dihubungi Senin lalu. Ia mengaku ngotot mendatangkan artis luar negeri untuk menambah daya jual film-film horornya. "Penonton sudah jenuh dengan bintang Indonesia yang itu-itu saja," ujarnya berkilah.

    Bagi Ody, menghadirkan artis asing menjadi resep tersendiri. Tapi ini bukan yang pertama. Pada 1980-an hingga awal 1990-an, Rapi Films dan Soraya Films pernah mendatangkan Cynthia Rothrock, Richard Norton, dan Patrick Muldoon dalam film laga Membela Harga Diri. Yang sempat menghebohkan adalah Frank Zagarino, yang beradegan seks di bak mandi bersama Ayu Azhari dalam film Without Mercy atau Outrage Fugitive pada 1996.

    Namun, untuk mendatangkan artis film porno, barangkali cuma Ody yang nekat. Ia sempat membuat heboh karena berniat mendatangkan artis film porno asal Negeri Sakura, Maria Ozawa alias Miyabi.

    Sembilan bulan ia menjalin lobi: bolak-balik Jakarta-Tokyo untuk meyakinkan pihak manajemen agar mengizinkan Miyabi bermain dalam film bertajuk Menculik Miyabi. Soal dana, ia tak terlalu pusing. Prinsipnya, "Kalau mau dapat kakap, enggak mungkin pakai umpan kecil," katanya.

    Reaksi penolakan begitu keras. Kantor Maxima di kawasan Mangga Besar, Jakarta Utara, sempat didemo ratusan penolak Miyabi. Nyali manajemen di luar sana pun ciut. Mereka tak yakin akan keselamatan sang artis, dan memilih membatalkan rencana kontrak.
    Semula Ody membayangkan film yang bakal diproduksinya bakal meledak di pasar. Antrean calon penonton akan mengular berhari-hari di bioskop-bioskop di Tanah Air demi memuaskan penasaran melihat aksi Miyabi.

    Sebelum mimpinya benar-benar kandas, di tengah jalan ia pun banting setir. Ody melirik bintang porno lain di urutan berikutnya: Rin Sakuragi dan Erika Kirihara. Belajar pada kasus Miyabi, kali ini semua dilakukan secara tertutup. Jangankan kalangan pers, segenap kru pun baru tahu bahwa artis dari Jepang yang didatangkan adalah bintang film porno, saat di lokasi syuting.

    Rin dan Erika masing-masing bermain dalam film Suster Keramas dan Arisan Berondong. Meski mereka bukan sebagai bintang utama, honor yang diterima masing-masing pemain lumayan besar, sebesar Rp 100-200 juta. Menurut Ody, harga itu pantas karena mereka menjadi bumbu penyedap dalam film tersebut.

    Helfi C.H. Kardit, yang menyutradarai kedua film itu, menyatakan tidak sulit mengarahkan Rin maupun Erika. "Mereka lebih profesional ketimbang artis kita," katanya. Selama delapan hari syuting di Bogor, Rin, misalnya, selalu datang tepat waktu. Mereka, kata Helfi, juga patuh pada naskah, tidak seperti artis lain, yang sedikit-sedikit mengeluh. Untuk mengatasi kendala bahasa, ia menggunakan penerjemah.

    Shinta Bachir, yang melakukan adegan "romantis" dengan Rin, mengakui profesionalisme itu. Saat dia masih terkagok-kagok, Rin dengan tenang membantu menenteramkannya. Hasilnya, adegan bercumbu dengan sesama jenis itu cuma butuh tiga kali pengulangan.
    "Semula saya gugup setengah mati. Ia tentu sudah berpengalaman untuk adegan-adegan seperti itu," ujar Shinta.

    Hanya, gunting di Lembaga Sensor Film ternyata sangat sensitif dan tajam. Adegan itu dibabat habis. Menurut Ody, total ada 11 adegan dalam film Suster Keramas yang kena gunting. "Padahal itu bagian dari cerita, bukan sengaja diumbar," kata Ody.

    Meski demikian, film Suster Keramas tergolong sukses di pasar. Sejak diedarkan pada awal Desember 2009, Ody mengklaim, film itu sudah ditonton hampir 800 ribu orang. Tapi jumlah itu baru separuh dari Air Terjun Pengantin. Film yang dibintangi Tamara Bleszynski itu, kata Ody, ditonton lebih dari 1,4 juta penonton.

    MUSTAFA SILALAHI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.