Rabu, 23 Mei 2018

Heavy Metal Balawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif,  Angin malam kian kencang. Para penonton riuh dan bertepuk tangan. Bukan keriuhan biasa, melainkan "diaransemen". Penonton di bagian kanan memukul kaleng-kaleng, yang tengah bertepuk tangan seirama, dan bagian kiri mengocok botol kaleng berisi pasir. Terjadilah kolaborasi on the spot antara sang musisi dan penggemarnya.

    Inilah kejutan yang disuguhkan oleh gitaris Balawan dalam pesta musik Soundadrenalin 2009 yang bertajuk "Lead the Beat" di Graha Wisnu Kencana, Bali, Minggu lalu. Tapi malam itu ia tidak tampil membawakan nomor-nomor jazz. Yang disajikannya adalah lima lagu heavy metal lawas yang diaransemen dengan sapuan ritme gamelan Bali dan setetes aroma jazz.

    Kejutan lainnya adalah Balawan membawa Danan Jaya, vokalisnya bandnya dulu sewaktu masih tergila-gila dengan heavy metal. Vokalis asal Bali ini punya suara yang lumayan. "Ini vokalis band lama saya, dan inilah saatnya bernostalgia," ujar lelaki kelahiran Gianyar, Bali, pada September 1973, itu kepada Tempo setelah manggung.
    Still of the Night karya Whitesnake membuka pertunjukan yang disesaki oleh para pencinta si "magic finger". Kejutan langka membelalak penonton kala Danan memainkan vokalnya serupa penyanyi asli. Serak, melengking, dan panjang.
    Penampilan itu makin menarik karena gitaris yang pernah belajar gitar jazz dan olah vokal di Australian Institute of Music itu mengawinkan lagu keras tersebut dengan bunyi simbal mini bernama Ceng-ceng dan ketukan gamelan Bali. Mengisi lubang-lubang nada dengan bait-bait melodi yang statis.

    Rock gaya Balawan masih berlanjut dengan satu nomor dari Iron Maiden, bertajuk The Trooper. Bait-bait melodi yang rumit tetap bisa dikejar oleh kelompok Batuan Etnik Fusion, yang dibentuk sang gitaris pada 1997. Panggung terus digempur dengan dua nomor Led Zeppelin, yakni Black Dog dan Rock and Roll, yang dibawakan Danan dengan sempurna.

    Balawan sukses membuat penonton terpukau pada malam itu. Ia tak mau ambil pusing dengan labelnya sebagai musisi jazz. "Saya tak ingin memposisikan jazz sebagai musik yang ribet. Kita ambil senang-senangnya saja di sini. Kalau main seperti biasanya, bisa bosan dan tidak ada inovasinya," kata pemilik album See You Soon ini.

    Bukan cuma Balawan yang tampil. Pergelaran kedelapan Soundadrenalin yang digelar pada Sabtu-Minggu itu diikuti 34 penampil, mulai band-band terkenal, seperti Slank, Nidji, Ungu, dan Gigi, sampai band-band daerah. Dari Bali, misalnya, ada Ardo and Delight, XXX, Kanan 5, Nanoe Biroe, dan Superman Is Dead, yang disambut meriah oleh muda-mudi Pulau Dewata. Masing-masing mengentak empat panggung besar yang dibatasi tebing-tebing tinggi di kawasan itu.

    Tapi, di antara semua penampil, boleh dibilang hanya Balawan yang memberikan kesegaran dalam bermusik. Selebihnya tampil biasa saja.

     AGUSLIA HIDAYAH


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.