Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bedhayan Bocah Bajang, Membaca Karya Sastra Lewat Tari

image-gnews
Adegan gladi resik pertunjukan teatrikal tari Bedhayan Bocah Bajang di Gedung Laboratorium ISI Yogyakarta, 16 Oktober 2022. TEMPO/Pito Agustin Rudiana
Adegan gladi resik pertunjukan teatrikal tari Bedhayan Bocah Bajang di Gedung Laboratorium ISI Yogyakarta, 16 Oktober 2022. TEMPO/Pito Agustin Rudiana
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Belasan tubuh menggeliat di dalam kain sarung kuning. Kadang membuat gerakan membungkuk, meliuk ke kiri, ke kanan di atas panggung. di sisi tengah, sosok perempuan memunculkan wajahnya dari dalam kain. Membuat gerakan menggeliat. Menggambarkan prosesi kelahiran si bocah bajang, si buruk rupa.

Bocah bajang punya tubuh serba besar. Hidung dan sepasang mata yang besar. Keningnya menonjol dan giginya bertaring besar. Sayangnya, ia tak diakui sebagai anak oleh ayahnya, seorang begawan. Adegan sendu ketika bocah bajang memeluk kaki ibunya, lalu ayahnya, sebelum hengkang menuju hutan.

Namun bajang adalah bocah digdaya. Kesaktiannya melebihi kakaknya, Sumantri. Ia juga yang membantu Sumantri memindahkan tamansari dalam waktu sekejap. Itu adalah syarat berat agar Sumantri bisa meminang Dewi Candrawati untuk dipersembahkan kepada junjungannya, Arjunasosrobahu.

Rupanya, campur tangan bocah bajang ketahuan. Tak mau menanggung malu, Sumantri melepas anak panah. Bocah bajang pun tewas. Arwahnya muncul tersorot lampu di balik latar panggung. Kecil, lalu menghilang.

Adegan gladi resik pertunjukan teatrikal tari Bedhayan Bocah Bajang di Gedung Laboratorium ISI Yogyakarta, 16 Oktober 2022. TEMPO/Pito Agustin Rudiana

Pertunjukan di Institut Seni Indonesia

Adegan tari berjudul Bedhayan Bocah Bajang yang tampil dua kali di Laboratorium Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 17 Oktober 2022 dan Taman Budaya Yogyakarta pada 19 Oktober 2022 itu cukup mencuri perhatian penonton. Lantaran diadopsi dari novel Anak Bajang Mengayun Bulan yang ditulis budayawan, Sindhunata.

Adegannya mengingatkan tontonan Sendratari Ramayana. Bedanya, di atas panggung garapan sutradara, Bimo Wiwohatmo ini, Bedhayan Bocah Bajang menonjolkan unsur teatrikal. Tapi tanpa dialog. Komunikasi antar pemain dibangun dengan gerak dan tetembangan.

Butuh waktu delapan bulan bagi Bimo untuk menggarap karya kolaborasi itu. Dimulai dari perbincangannya dengan Sindhunata, si empunya novel pada 2021. Dan menjadi tantangan, karena Bimo ingin mewujudkan karya sastra itu dalam bentuk karya pertunjukkan, yakni tari. Apalagi saat novel itu diluncurkan, pernah pula direspons dalam bentuk pameran seni rupa.

“Dan jujur saja, sampai karya ini digelar, saya belum bisa menyampaikan makna tersirat dari karya sastra itu,” aku Bimo, si koreografer, saat gladi resik di Laboratorium Seni ISI Yogyakarta, 16 Oktober 2022 malam.

Pengakuan Sindhunata

Adegan gladi resik pertunjukan teatrikal tari Bedhayan Bocah Bajang di Gedung Laboratorium ISI Yogyakarta, 16 Oktober 2022. TEMPO/Pito Agustin Rudiana

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apalagi meringkas novel tebal itu menjadi satu jam pertunjukkan panggung. Tapi Bimo tak sendiri. Selain memboyong para penari Bimo Dance Theatre ke panggung, ia juga berkolaborasi dengan pelaku seni lain. Ada Nita Azhar yang menggarap kostum dengan tampilan serba cokelat susu berpadu warna putih yang dikenakan pemain. Ada perancang musik dan tari Gandung Djatmiko.

Juga kolaborasi tata panggung dan tata lampu yang menampilkan unsur seni rupa. Latar panggung hanya serupa papan besar transparan. Ada citraan seperti relief kumpulan awan pada papan itu. “Itu hanya dari dekron buat isi bed cover yang ditempel-tempel,” celetuk perancang tata panggung, Beni Susilo Wardoyo. Sederhana.

Sorot lampu proyektor menampilkan wajah bulan besar, suasana malam, juga terang dan warna warni. Menjadi suguhan tontonan artistik lain, selain atraksi tari para penarinya selama satu jam.

Sindhunata pun membuat sebuah ‘pengakuan’ dalam tulisan katalog pementasan itu. Bahwa dunia seni bukan hanya sastra. Sekadar sastra saja, tak kuaasa menangkap dan mengungkapkan kekaayaan imajinatif itu. Masih ada seni tari yang mengungkapkan apa yang tak cukup diungkapkan dalam sastra. “Sastra akhirnya menemukan keterbatasannya juga,” tulis Sindhunata.

PITO AGUSTIN RUDIANA

Baca juga: Tari Sonteng dari Jawa Barat Pikat Diplomat di Ekuador

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini. 

  

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pementasan Teater Tari "The Wounded Cuts" di Rumah Banjarsari

36 hari lalu

Pentas Tari The Wounded Cuts
Pementasan Teater Tari "The Wounded Cuts" di Rumah Banjarsari

Surakarta akan menjadi saksi pementasan teater tari bertajuk "The Wounded Cuts".


Suara Megawati Bergetar Mengutip Kalimat Sindhunata dalam Rakernas PDIP ke-5, Begini Katanya

58 hari lalu

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Megawati Sukarnoputri menyampaikan sambutan dalam Rakernas V yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat, 24 Mei 2024. Cr: Tim Media PDIP
Suara Megawati Bergetar Mengutip Kalimat Sindhunata dalam Rakernas PDIP ke-5, Begini Katanya

Pada Rakernas PDIP ke-5 Ketua Umum PDIP Megawati menahan tangis ketika membaca kutipan kalimat Sindhunata. Apa bunyinya dan siapa sosok Sindhunata?


Ingin Iringi World Water Forum, People's Water Forum 2024 di Bali Dipaksa Bubar

21 Mei 2024

People Water Forum. Foto : People's Water Forum
Ingin Iringi World Water Forum, People's Water Forum 2024 di Bali Dipaksa Bubar

Gelaran People's Water Forum 2024 di Bali mengalami intimidasi dan pembubaran paksa. Sebelumnya harus pindah dari lokasi awal di ISI Denpasar.


Tari Klasik Odissi Ramaikan 75 Tahun Hubungan Diplomatik India-Indonesia

29 Januari 2024

Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik India dan Indonesia pada 27 Januari 2024. Sumber: dokumen Kedutaan Besar India di Jakarta.
Tari Klasik Odissi Ramaikan 75 Tahun Hubungan Diplomatik India-Indonesia

Kedutaan Besar India menggelar pertunjukan tari klasik Odissi di Jakarta untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik India-Indonesia


Perjalanan 3 Masa dalam Pertunjukan Tari Omah Wulangreh Gugur Gunung Tri Kala

27 November 2023

Tarian Ajat Gawai Ompingk dalam pagelaran Gugur Gunung Omah Wulangreh
Perjalanan 3 Masa dalam Pertunjukan Tari Omah Wulangreh Gugur Gunung Tri Kala

Wulangreh Omah Budaya kembali gelar pertunjuksn tari bertajuk Gugur Gunung "Tri Kala".


Ini Dia Seniman Tari yang Dianugerahi CHI Awards 2023

20 November 2023

Manajer Komunikasi Pemasaran Tempo Adhi Basuki Lumaksono saat menerima penghargaan Loyal Media Partner dari AIMar Foundation
Ini Dia Seniman Tari yang Dianugerahi CHI Awards 2023

Tahun ini, CHI Awards diberikan kepada sosok pelestari seni tari tradisional Indonesia.


CHI AWARDS 2023: Merayakan Pelestari Seni Tari Indonesia, Menyemai Energi Baru untuk Warisan Budaya

17 November 2023

CHI Awards diberikan kepada sosok pelestari seni tari tradisional Indonesia
CHI AWARDS 2023: Merayakan Pelestari Seni Tari Indonesia, Menyemai Energi Baru untuk Warisan Budaya

Penghargaan khusus diberikan kepada Dr. (HC) Ir. H. Sukarno yang dikenal luas memiliki kepedulian dan perhatian besar pada budaya khususnya seni tari


Kemah Tari Sasikirana Latih 21 Penari Muda Indonesia Terpilih di Jatiwangi

15 November 2023

Peserta Kemah Tari latihan di daerah pesawahan yang kering di Jatiwangi, Majalengka. (Dok. Kemah Tari)
Kemah Tari Sasikirana Latih 21 Penari Muda Indonesia Terpilih di Jatiwangi

Hasil dari pelatihan itu akan ditampilkan lewat pertunjukan tari pada hari terakhir kegiatan yaitu Sabtu, 18 November 2023 di area pabrik genteng.


Seniman dan Rektor ISI Yogya Timbul Raharjo Meninggal, Ungkap Cita-Cita Seni Merakyat dan Menghidupi

5 September 2023

Seniman yang juga Rektor ISI Yogyakarta Timbul Raharjo wafat pada Selasa 5 September 2023. Dok.istimewa.
Seniman dan Rektor ISI Yogya Timbul Raharjo Meninggal, Ungkap Cita-Cita Seni Merakyat dan Menghidupi

Timbul Raharjo yang merupakan seniman juga pengusaha itu, terpilih sebagai Rektor ISI Yogyakarta periode 2023-2027 pada Februari 2023 lalu.


10.000 Siswa di Bantul Pecahkan Rekor MURI dengan Tari Montro di Parangkusumo

26 Agustus 2023

10.000 siswa SMA, SMK dan MA se-Kabupaten Bantul memecahkan rekor MURI dengan membawakan Tari Montro jumlah terbanyak se-Indonesia di Pantai Parangkusumo Sabtu, 26 Agustus 2023. Dok. istimewa
10.000 Siswa di Bantul Pecahkan Rekor MURI dengan Tari Montro di Parangkusumo

Tari Sholawat Montro merupakan kesenian yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda khas Kabupaten Bantul.