Begini Kata Akademisi soal Konten Prank KDRT Baim Paula

Reporter

Editor

Nurhadi

Baim Wong dan Paula Verhoeven meminta maaf atas konten prank KDRT ke polisi, Senin, 3 Oktober 2022. Foto: Instagram Baim Wong.

TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini pasangan selebriti Baim Wong dan Paula Verhoeven menjadi sorotan setelah konten prank mereka tentang laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Konten tersebut diupload di kanal Youtube Baim Paula. Namun kemudian dihapus setelah mendapat kritikan dari warganet yang menganggap bahwa konten tersebut minim empati.

Selain menarik perhatian masyarakat, kasus ini juga membuat banyak akademisi berkomentar. Salah satunya adalah Radius Setiyawan, dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya).

Radius berpendapat bahwa konten prank bukanlah hal baru di Indonesia. Para konten kreator membuat konten prank hanya untuk meningkatkan viewernya meskipun harus menghilangkan sisi kemanusiaan.

“KDRT adalah urusan serius, bukan candaan yang bisa di normalisasi. Selain tidak punya empati pada korban, menjadikan kasus KDRT sebagai candaan juga berpotensi melanggengkan budaya kekerasan,” kata Radius seperti dikutip dari laman um.surabaya.ac.id

Konten yang dibuat memang bertujuan untuk mencairkan suasana tegang dari viralnya kasus KDRT yang menimpa salah satu publik figur. Tetapi, hal ini akan mengesalkan jika semua yang terjadi tidaklah benar.

“Menjadikan proses pelaporan kasus KDRT sebagai konten prank, selain tidak berempati dan menghargai korban, juga berpotensi membuat menyalahkan korban atau victim blaming,” kata dia.

Radius menegaskan bahwa hal yang paling dikhawatirkan adalah, jika KDRT dinormalisasi, ketika ada kasus pelaporan seperti ini, tidak ada yang percaya karena sudah sering dijadikan candaan.

Untuk itu Radius mengajak agar berhenti menjadikan KDRT sebagai bahan hiburan. Dan untuk pemerintah serta masyarakat harus menyuarakan zero tolerance terhadap kekerasan.

“Artinya tidak ada toleransi sekecil apa pun terhadap tindakan kekerasan terhadap perempuan, baik dalam keluarga, masyarakat, dan negara,” tegas Radius.

FANI RAMADHANI

Baca juga: Terancam Pidana karena Prank KDRT, Baim Wong dan Paula Verhoeven Minta Maaf






Laporan Palsu KDRT Baim Wong & Paula Verhoeven, Polres Periksa 2 Polisi Polsek

3 hari lalu

Laporan Palsu KDRT Baim Wong & Paula Verhoeven, Polres Periksa 2 Polisi Polsek

Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa polisi Kepolisian Sektor Kebayoran Baru dan pelapor kasus laporan palsu oleh Baim Wong.


Kasus Prank KDRT Baim Wong dan Paula Verhoeven Naik ke Penyidikan

3 hari lalu

Kasus Prank KDRT Baim Wong dan Paula Verhoeven Naik ke Penyidikan

Polisi bakal memeriksa pelapor dalam kasus laporan palsu KDRT untuk konten prank YouTube Baim Wong dan Paula Verhoeven itu.


Risih Jadi Sorotan Media Usai KDRT Terhadap Lesti Kejora, Rizky Billar: Kentut Saja Saya Salah

6 hari lalu

Risih Jadi Sorotan Media Usai KDRT Terhadap Lesti Kejora, Rizky Billar: Kentut Saja Saya Salah

Tiga hari lalu, Rizky Billar mengakhiri puasa bermain di media sosial dengan menyitir kalimat penyair Yunani, Aesopus agar melihat dari dua sisi.


India Mulai Presidensi G20, Narendra Modi: Kita Tidak Perlu Perang

7 hari lalu

India Mulai Presidensi G20, Narendra Modi: Kita Tidak Perlu Perang

India memulai Presidensi G20. Perdana Menteri Narendra Modi menyerukan persatuan di tengah tantangan global yang besar.


Agensi Arawinda Tuduh Amanda Zahra Lakukan KDRT, Chicco Jerikho Didesak Muncul

8 hari lalu

Agensi Arawinda Tuduh Amanda Zahra Lakukan KDRT, Chicco Jerikho Didesak Muncul

Chicco Jerikho dihujat karena dianggap telah membela Arawinda dan tidak memikirkan kondisi Amanda Zahra serta putranya.


Komnas Perempuan Sebut Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Pembela HAM Naik

9 hari lalu

Komnas Perempuan Sebut Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Pembela HAM Naik

Komnas Perempuan mengungkapkan kasus kekerasan terhadap perempuan pembela HAM mengalami kenaikan angka secara signifikan sejak 2019.


16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan, Aksi Nasional Digelar di 4 Kota Indonesia

11 hari lalu

16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan, Aksi Nasional Digelar di 4 Kota Indonesia

Dalam peringatan 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan, organisasi Perempuan Mahardhika angkat isu kekerasan terhadap pekerja perempuan.


Dian Sastro Model Video Klip NOAH, Sebelumnya Pernah Jadi Imajiner Ariel di Video Klip Peterpan

15 hari lalu

Dian Sastro Model Video Klip NOAH, Sebelumnya Pernah Jadi Imajiner Ariel di Video Klip Peterpan

Dian Sastro membintangi video klip terbaru 'Khayalan Tingkat Tinggi' NOAH. Sebelumnya pernah menjadi model di video klip peterpan, Menghapus Jejakmu


Kasus Konten Prank KDRT Baim Wong Masih Berlanjut, Polisi Periksa Pelapor

28 hari lalu

Kasus Konten Prank KDRT Baim Wong Masih Berlanjut, Polisi Periksa Pelapor

Polres Jakarta Selatan memeriksa pelapor Baim Wong dalam perkara konten prank laporan polisi soal KDRT pada 1 Oktober 2022 di Polsek Kebayoran Baru.


Jumlah Perempuan dan Anak Korban KDRT Melonjak, Satpol PP: Tugas Kami Melindungi

29 hari lalu

Jumlah Perempuan dan Anak Korban KDRT Melonjak, Satpol PP: Tugas Kami Melindungi

Satpol PP Jakarta Barat menyatakan siap mendampingi para perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.