Pameran Critical Faces Kritik Elite Politik dan Pendukungnya

Kamis, 23 Juni 2022 21:53 WIB

Karya Isa Perkasa di pameran Critical Faces di Galeri Orbital Dago Bandung. (Dok.Orbital)

TEMPO.CO, Bandung - Seniman Isa Perkasa dan Setiyoko Hadi menghelat pameran bersama dengan judul Critical Faces di Galeri Orbital Dago Bandung, sejak 21 Juni hingga 31 Juli 2022. Kedua seniman jebolan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung itu membangun ruang kritik lewat aneka gambar sosok dan wajah. “Mereka punya pengalaman yang sama tentang pemilihan presiden dan kontestasi politik,” kata kurator Rifky ‘Goro’ Effendy, Kamis, 23 Juni 2022.

Isa Perkasa, seniman kelahiran Majalengka pada 1964, menggambarkan sosok kaum elite politik dengan setelan jas, dasi, dan sebagian besar berpeci hitam. Bagian wajahnya dibuat rongga besar hingga bisa diisi seekor tikus, kucing, atau celengan ayam. Di sekitarnya berkeliaran ikan-ikan koi sebagai perlambang kemakmuran.

Dari judul-judul karyanya, sedikit banyak mengungkap tema dan narasi yang disampaikan. Misalnya upaya mendulang suara pemilihan dari kalangan ibu-ibu, meminang artis sinetron, atau menggunakan cara tebar uang. Isa menggambarkan fenomena itu dengan nuansa kelam lewat goresan pensil maupun charcoal di atas kanvas maupun kertas.

Sementara Setiyoko Hadi, menyoroti soal perpecahan dari aksi dukung mendukung di acara Pemilihan Presiden. Lingkungan pertemanannya ikut terbelah oleh perbedaan pandangan dan keberpihakan politis. Mereka ribut di media sosial lalu membuat kelompok-kelompok baru. Fenomena sosial itu misalnya digambarkan lewat karya berjudul Penduduk SR (2020).

Karya Setiyoko Hadi di pameran Critical Faces di Galeri Orbital Dago Bandung. (Foto Prima Mulia/TEMPO)

Teknik lain yang digunakannya yaitu dengan merajut dua gambar kertas bergambar para tokoh-tokoh nasional dalam satu bingkai sehingga terjadi efek optis atau silung seperti pada karya Dwi Tunggal  (2022). Cara serupa juga dilakukan pada potret teman-temannya yang diberi judul Lukamu Lukaku  (2022), yang ditambahi juntaian benang-benang dan jarum menggantung di ujungnya.

Menurut Rifky, kekaryaan garapan Setiyoko menunjukan suatu penjelajahan lanjut pada gambar dan lukisannya. “Seolah dua media utama ini belum cukup baginya untuk mengungkapkan gagasan-gagasan tentang masalah utamanya, yakni tentang perpecahan hubungan antarteman,” kata dia.

Selain itu, Setiyoko mengangkat tema personal dan bernuansa spiritual lewat karya berjudul seperti Titik Temu. Sementara potret dirinya dengan berbagai mimik wajah hitam putih muncul dalam instalasi drawing di atas kertas dan obyek koper pada Evolusi Emosi. Karya instalasi lukisan potret diri yang disertai ikatan pada kanvas dan juntaian benang-benang juga hadir dengan judul Faith Hope Love.

Rifky mengatakan, pameran karya dua seniman itu menyoroti dampak sebagian para elite politik terutama terkait dengan hiruk-pikuk kontestasi seperti pemilu. Pameran juga memperlihatkan bagaimana mereka menjalankan pemerintahan ini, dan pengaruhnya pada kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia.

Potret atau wajah-wajah yang ditampilkan menggambarkan suatu kondisi ketika individu atau kelompok-kelompok masyarakat menjadi menjadi obyek, bahkan korban dari suatu sistem politik tertentu. “Bahkan mungkin saja wajah-wajah itu adalah kita sendiri,” katanya.

ANWAR SISWADI

Baca juga: Lama Vakum, Seniman Dewi Aditia Bikin Pameran Tunggal di Bandung

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini. 






IEMS Kembali Digelar pada 9-10 September 2022

14 hari lalu

IEMS Kembali Digelar pada 9-10 September 2022

Pameran kendaraan listrik Indonesia Electric Motor Show (IEMS) dilaporkan bakal kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC).


Jakarta Fair Digelar, Anies Baswedan Berharap Percepat Kebangkitan Ekonomi

19 hari lalu

Jakarta Fair Digelar, Anies Baswedan Berharap Percepat Kebangkitan Ekonomi

Ajang pameran Jakarta Fair kembali digelar setelah dua tahun absen akibat pandemi


Berburu Waralaba di Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2022

22 hari lalu

Berburu Waralaba di Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2022

Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2022 memamerkan lebih dari 200 merek usaha waralaba, lisensi, pendukung usaha retail dan berbagai peluang usaha lainnya.


Tiket Masuk Jakarta Fair Kini Dipisah antara Pameran dan Konser, Intip Harganya

23 hari lalu

Tiket Masuk Jakarta Fair Kini Dipisah antara Pameran dan Konser, Intip Harganya

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Jakarta Fair menjual secara terpisah tiket untuk masuk area pameran dan konser.


Mobil Buatan Indonesia AMMDes Bakal Hadir di Pameran Internasional

34 hari lalu

Mobil Buatan Indonesia AMMDes Bakal Hadir di Pameran Internasional

Kemenperin memastikan bakal memperkenalkan sejumlah produk industri dalam negeri ke kancah internasional, termasuk AMMDes.


DKI Evaluasi Car Free Day, Kampanye dan Pedagang Kaki Lima Diperbolehkan?

36 hari lalu

DKI Evaluasi Car Free Day, Kampanye dan Pedagang Kaki Lima Diperbolehkan?

Pemprov DKI berencana membuka Car Free Day (CFD) bagi PKL dan partisipan yang ingin mengadakan kampanye atau pameran.


Lama Vakum, Seniman Dewi Aditia Bikin Pameran Tunggal di Bandung

38 hari lalu

Lama Vakum, Seniman Dewi Aditia Bikin Pameran Tunggal di Bandung

Dewi Aditia pernah mengikuti acara Fashion Show Iketeru Harajuku gelaran Japan Foundation di Jakarta pada 2006.


Pameran Bandung Artist's Book Gelar Karya 80 Seniman

38 hari lalu

Pameran Bandung Artist's Book Gelar Karya 80 Seniman

Peserta pameran Bandung Artist's itu di antaranya seniman seperti Ugo Untoro, Tisna Sanjaya, Mella Jaarsma, Hanafi, Afrizal Malna, Dedy Sufriadi.


Yang Perlu Diperhatikan saat Beli Rumah di Pameran Properti

42 hari lalu

Yang Perlu Diperhatikan saat Beli Rumah di Pameran Properti

Buat yang hendak membeli rumah di pameran properti, ada sejumlah tips yang perlu diperhatikan. Berikut di antaranya.


Mahesa Penyandang Autis Anak Gelar Pameran Grafis di Galeri Orbital Bandung

17 April 2022

Mahesa Penyandang Autis Anak Gelar Pameran Grafis di Galeri Orbital Bandung

Seorang anak dengan autisme berusia 13 tahun, Mahesa Damar Sakti, menggelar pameran grafis di Galeri Orbital, Bandung.