Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cara Bijak Shandy Aulia Agar Tetap Waras Saat Anak Dibully

Reporter

Editor

Marvela

image-gnews
Shandy Aulia. (Instagram - @shandyaulia)
Shandy Aulia. (Instagram - @shandyaulia)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Aktris, Shandy Aulia memiliki cara tersendiri untuk menghadapi situasi ketika anaknya mengalami perundungan alias dibully. Ia membagikan hal tersebut ketika menjawab pertanyaan netizen tentang bagaimana agar tetap waras saat anak dibully.

Menurutnya, sebagai orang tua lebih baik fokus mendidik anak daripada menanggapi pelaku bullying itu sendiri. "Jangan di respon. Mulut orang kita tidak bisa tahan. Yang bisa kita tahan pikiran dan respon kita. Masa depan anak kita bukan apa kata orang. Tapi semua dari pada Tuhan. Dan yang terpenting bagaimana selama ini kita mendidiknya," tulis Shandy Aulia di Instagram Story pada Senin, 18 April 2022.

Selama ini istri David Herbowo meyakini untuk jangan pernah membandingkan kemampuan anaknya dengan anak orang lain. Baginya, setiap anak adalah anugerah dari Tuhan dan memiliki keunikan masing-masing. "Fokus pada tumbuh kembang anakmu. Stimulasi secara rutin dengan menyenangkan jangan di bawa stress," tulisnya.

Shandy Aulia berusaha memberikan ruang lebih dan kesempatan pada putrinya, Claire Herbowo yang kini berusia dua tahun, agar menjadi anak kuat dan berani. Ia dan David cukup mendapingi serta membiarkan Claire berusaha hingga batas kemampuannya. "Jangan langsung semua dibantu dan diberikan solusi. Sedari kecil saya membiasakan Claire untuk memberikan aktivitas yang memiliki tantangan untuk membuatnya berusaha," tulis ibu satu anak ini.

Shandy Aulia mengunggah fotonya bersama suami dan anaknya. Foto: Instagram/@shandyaulia.

Kemudian, Shandy Aulia ditanya oleh netizen perihal keinginan memiliki berapa anak. Menurutnya, keputusan untuk memiliki banyak anak bukan merupakan ajang kompetisi melainkan ada rasa tanggung jawab besar di baliknya sebagai orang tua. Ia memilih untuk fokus dengan apa yang ada saat ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Punya anak itu menurut saya bukan ajang kompetisi harus berapa banyak. Tapi ajang bertanggung jawab bukan saja menghidupi secara materi tapi yang penting memberikan kepenuhan secara emosional, jiwa, dan moralnya," tulisnya. "Karena itu kualitas dari anak menurut saya lebih penting dari pada quantity. Karena itu saya fokus dengan apa yang sudah Tuhan berikan dulu."

Shandy Aulia juga memiliki lima cara untuk menjaga kesehatan mentalnya, yaitu menjauh dari yang toksik, jaga hati dan pikiran, berdoa, beri pengharapan hidup hanya pada Tuhan, serta selalu percaya hidup di tentukan oleh Tuhan. "Bagian kita syukuti apa yang saat ini Tuhan sudah percayakan. Kecil atau besar semua tetaplah pemberian dari Tuhan," tulisnya.

Baca juga: Tak Mau Buang Waktu, Ini Cara Shandy Aulia Hadapi Haters yang Berlebihan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Agensi Bantah Song Ha Yoon Lakukan Bullying di Sekolah 20 Tahun Lalu

2 April 2024

Song Ha Yoon dalam drama Marry My Husband. Dok. Prime Video
Agensi Bantah Song Ha Yoon Lakukan Bullying di Sekolah 20 Tahun Lalu

Agensi membantah rumor Song Ha Yoon menjadi pelaku bullying di sekolahnya 20 tahun lalu.


Lima Catatan Perhimpunan Pendidikan dan Guru Mengenai Polemik Ekskul Pramuka

2 April 2024

Anggota Pramuka dan masyarakat mengikuti upacara peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di TPA Banjardowo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis 17 Agustus 2023. Upacara yang digelar pegiat lingkungan itu juga sebagai kampanye agar masyarakat bisa mengisi kemerdekaan dengan menjaga lingkungan hidup dan bebas dari sampah plastik. ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Lima Catatan Perhimpunan Pendidikan dan Guru Mengenai Polemik Ekskul Pramuka

Organisasi pendidik menilai pramuka tetap urgen meski tidak lagi diwajibkan. Didorong menjadi kegiatan yang fun dan jauh dari bullying.


Ciri-Ciri Anak yang jadi Pelaku atau Korban Bullying, Ini Penjelasan Psikolog

24 Februari 2024

Ilustrasi anak mengalami bullying. Freepik.com/gpointstudio
Ciri-Ciri Anak yang jadi Pelaku atau Korban Bullying, Ini Penjelasan Psikolog

Psikolog Klinis Wiwit Puspitasari menjelaskan ciri-ciri anak bisa menjadi korban bullying dan pelaku bullying.


Megawati Ancam Tukang Bully, "Saya Sudah Punya Pengacara-Pengacara"

11 Januari 2024

Ekspresi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato politik dalam perayaan HUT ke-51 PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu, 10 Januari 2024. Megawati berpesan kepada para kadernya di HUT PDIP ke-51 supaya memperkuat akar rumput sebab itu kekuatan nyata dari partai yang dekat dengan wong cilik. TEMPO/M Taufan Rengganis
Megawati Ancam Tukang Bully, "Saya Sudah Punya Pengacara-Pengacara"

Ketua Umum Partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengancam tukang bully selama pemilu.


Reaksi Stres Berlebihan, Penyebab dan Gejala Adjusment Disorder

2 Januari 2024

ilustrasi stres (pixabay.com)
Reaksi Stres Berlebihan, Penyebab dan Gejala Adjusment Disorder

Tak bisa mengendalikan stres secara tepat bisa berakibat adjustment disorder


Selebritas dan Influencer Diduga Ikut Promosikan Judi Online, Begini Keterangan Bareskrim

1 September 2023

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adi Vivid A. Bachtiar dan Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Azizah menunjukan barang bukti saat konferensi pers kasus judi online di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2023. Dirtipidsiber menangkap 31 tersangka dari berbagai platform judi online ilegal dan terancam hukuman Tindak Pidana Pencucian Uang. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Selebritas dan Influencer Diduga Ikut Promosikan Judi Online, Begini Keterangan Bareskrim

Wulan Guritno akan diperiksa Bareskrim Polri terkait dugaan kasus promosi judi online, pekan depan. Beberapa selebritas dan influencer terlibat?


Sakit Hati Sering Alami Perundungan, Siswa di Temanggung Bakar Sekolahnya

28 Juni 2023

Polres Temanggung menggelar perkara pembakaran sekolah oleh seorang siswa. ANTARA/Heru Suyitno
Sakit Hati Sering Alami Perundungan, Siswa di Temanggung Bakar Sekolahnya

Siswa berinisial R (13) nekat membakar sekolahnya di SMP Negeri 2 Pringsurat, Temanggung, Selasa 27 Juni 2023 karena sakit hati karena sering di-bully


Naura Ayu Ungkap Efek Perundungan yang Dialami Sejak Kecil

27 Juni 2023

Naura Ayu (Instagram/@naura.ayu)
Naura Ayu Ungkap Efek Perundungan yang Dialami Sejak Kecil

Naura Ayu sangat menyayangkan banyak orang menyalahgunakan kebebasan dalam berpendapat untuk menyakiti orang lain.


Kronologi Ganjar Pranowo Dibully Netizen, Diduga Karena Hal Ini

26 Juni 2023

Bakal calon presiden (Bacapres) PDI Perjuangan Ganjar Pranowo melakukan blusukan ke Pademangan Barat, Jakarta Utara, Minggu, 25 Juni 2023. Dalam kunjunganya Ganjar menerima keluhan dari masyarakat setempat seperti kesulitan mendapatkan air bersih, akses pendidikan hingga kesehatan. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Kronologi Ganjar Pranowo Dibully Netizen, Diduga Karena Hal Ini

Ganjar Pranowo mengaku dibully netizen usai mengunggah konten di media sosialnya. Ini kronologinya.


Saat Sekolah Sering Di-bully, Pria di Bekasi Bacok Kakak Kelasnya

15 Juni 2023

Ilustrasi pembacokan. istimewa
Saat Sekolah Sering Di-bully, Pria di Bekasi Bacok Kakak Kelasnya

Pelaku pembacokan seorang pria di sebuah warkop di Bekasi merupakan adik kelas korban saat masih sekolah. Pelaku mengaku dendam karena sering di-bully