Jalan Panjang Kota Ambon Masuk Kategori Kota Musik Dunia

Reporter

Sejumlah seniman Molucca Bamboowind Orchestra (MBO) meniup suling bambu saat konser di Dusun Tuni, Kota Ambon, Maluku, Jumat 4 Maret 2022. Dusun Tuni merupakan destinasi wisata musik khususnya instrumen dari bambu yang pada tanggal 4, 7 dan 11 Maret 2022 ini menjadi lokasi konser musik kolaborasi bertajuk "From and to Infinity 2" bersama Boi Akih, duo jazz asal Belanda dan I Made Subandi dari Bali. ANTARA FOTO/FB Anggoro

TEMPO.CO, Jakarta - Kota Ambon ditetapkan sebagai kota kreatif kategori musik oleh organisasi pendidikan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa, The United Nations Educational, Scientific and Cuktural Organization (UNESCO) pada 2021.

Keberhasilan Ambon sebagai salah satu Kota Musik Dunia ini tidak lepas dari usaha masyarakat Ambon yang terus berupaya menambah keunikannya dengan berbagai hal yang bernuansa musik. Berikut rangkumannya:

Kurikulum Musik

Salah satunya membuat kurikulum muatan lokal yang berbasis musik. Dikutip lama resmi Ambon City Of Music, kurikulum ini diberlakukan pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Penyusunan kurikulum muatan lokal berbasis musik ini, disusun dengan melibatkan berbagai pihak selain Ambon Music Office (AMO), ada juga dari Pemerintah Kota Ambon, Instutut Agama ISlam Negeri (IAIN) Ambon, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, dan Universitas Pattimura Ambon,” ujar Direktur AMO Ronny Loppies dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia dengan menerapkan kurikulim di tingkat SD dan SMP akan mendukung Ambon sebagai kota musik dunia versi banda dunia UNESCO. Kurikulum ini diberlakukan sejak tahun ajaran 2021.

Kurikulum ini dinilai sebagai satu trobosan yang dapat mempertahankan ekosisistem musik pada sebuah kota musik dunia dan berkaitan dengan 5 pilar penting yang dibangun (Ambon Musik Office) AMO.

Dalam kurikulum murid akan diajarkan musik etnik dan alat musik yang digunakan yakni tifa, suling bambu, musik ukulele, totobuang, dan hawaiian.

Pengajar untuk kurikulum ini melibatkan selain guru. Karena menurutnya yang lebih baik mengajar adalah orang yang telah memiliki kompetensi musik dan profesional dalam memainkan alat musik etnik.

“Tim pengajarnya, akan melibatkan tenaga selain guru, yang mempunyai kompetensi musik serta profesional yang telah memiliki jam terbang dalam memainkan musik etnik,” kata dia.

Ngamen Reggae

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendukung Ambon sebagai kota musik dunia versi banda dunia UNESCO. Salah satunya berasal dari para musisi kota melalui kegiatan Ngamen Raggae.

Kegiatan ini digelar bagi penikmat musik yang berlangsung di kawasan Pattimura Park. Pertunjukan musik diisi oleh sejumlah musisi raggae yang tergabung dalam Amboninabanans dan Amboina Pasir Putih.

Kegiatan ini adalah gagsan dari musisi-musisi Ambon yang ingin bermusik di mana saja, kapan saja dengan niat mendukung Ambon sebagai kota musik dunia.

Melalui acara ini musisi reggae berharap dapat menjadi motivasi untuk musisi-musisi aliran musik lainnya.

Menjadikan Tuni dan Amahusu Jadi Desa Musik

Pada 2020, AMO menjadikan Desa Tuni dan Amahusu sebagai desa musik. Hal ini tidak hanya berhenti di dua desa tersebut, tetapi akan ada desa-desa selanjutnya. “Dua desa menjadi program awal AMO dan Pemkot Ambon karena aktifitas bermusik dimulai dari anak-anak,” ujar Direktur AMO, Ronny Loppies.

Menurut Ronny Desa Tuni telah lebih dulu melakukan pelestarian musik yakni suling bambu, bahkan desa ini siap menjadi destinasi pariwisata berbasis musik di Ambon.

Sedangkan Desa Amahusu juga telah memulai kegiatan bermusik mereka dimulai dari anak-anak yang memainkan alat musik ukulele.

“Setelah Unesco menetapkan Ambon sebagai Kota Kreatif berbasis Musik, maka berbagai upaya untuk menggairahkan musik harus dimulai dari desa, negeri dan kelurahan di Ambon. Kita pada 2020 mulai dari Tuni dan Amahusu,” katanya.

Desa musik di Amson ini akan mulai ditata dengan menyiapkan ruang kreatif bermusik, infrastruktur musik sebagai sarana masyarakat untuk berkreasi dan meningkatkan perekonomian.

YOLANDA AGNE

Baca: Ini Alasan Unesco Jadikan Kota Ambon Kota Musik Dunia

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Tak Cengeng, Ini Makna Sebenarnya Lagu Bob Marley No Woman, No Cry

2 hari lalu

Tak Cengeng, Ini Makna Sebenarnya Lagu Bob Marley No Woman, No Cry

Lagu No Woman No Cry menjadi lagu hits pada masanya, bahkan sampai sekarang masih sering terdengar. Ini makna lagu milik Bob Marley itu?


Lahir, Populer dan Kematian Bob Marley: Pelopor Musik Reggae Asal Jamaika

2 hari lalu

Lahir, Populer dan Kematian Bob Marley: Pelopor Musik Reggae Asal Jamaika

Bob Marley yang kala itu sedang mengalami puncak kejayaannya, harus redup dengan tiba-tiba lantaran kepergiannya di usia cukup muda. Lantas, bagaimana profil sebenarnya dan kisah kematian penyanyi reggae ini?


Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia, Sumbu Filosofi Yogyakarta Masuk Sidang UNESCO Tahun ini

2 hari lalu

Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia, Sumbu Filosofi Yogyakarta Masuk Sidang UNESCO Tahun ini

Pada Agustus 2022, tim penilai dari UNESCO telah lebih dulu menyambangi dan menilai langsung kawasan sumbu filosofi Yogyakarta.


Kawasan Tanpa Rokok dan Upaya Wujudkan Kabupaten Kota Sehat

7 hari lalu

Kawasan Tanpa Rokok dan Upaya Wujudkan Kabupaten Kota Sehat

Rencana larangan menjual rokok batangan diharapkan bisa menjadi angin segar bagi kota-kota di Indonesia yang berupaya memperluas Kawasan Tanpa Rokok.


Toyota Indonesia Hadirkan Kurikulum Elektrifikasi di Tingkat SMK

8 hari lalu

Toyota Indonesia Hadirkan Kurikulum Elektrifikasi di Tingkat SMK

Toyota Indonesia menyelenggarakan program pengembangan 10 SMK dengan menghadirkan kurikulum elektrifikasi industri otomotif.


Odessa, Kota Bersejarah di Ukraina Masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO Saat Perang

10 hari lalu

Odessa, Kota Bersejarah di Ukraina Masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO Saat Perang

UNESCO juga memasukkan Kota Odessa Ukraina ke dalam situs warisan dunia yang terancam.


UNESCO: Pembunuhan Jurnalis Naik 50 Persen pada 2022

22 hari lalu

UNESCO: Pembunuhan Jurnalis Naik 50 Persen pada 2022

Tingkat impunitas untuk pembunuhan jurnalis secara global dilaporkan tetap sangat tinggi yaitu 86 persen


Selain Dangdut, Jaya Suprana Upayakan Kecapi Suling Dapat Pengakuan UNESCO

33 hari lalu

Selain Dangdut, Jaya Suprana Upayakan Kecapi Suling Dapat Pengakuan UNESCO

Jaya Suprana, pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia akan berkordinasi dengan Unpad untuk memberikan penghargaan pada guru besar pemain kecapi suling.


Cicipi Kopi Rarobang, Kopi Rempah Asal Maluku

37 hari lalu

Cicipi Kopi Rarobang, Kopi Rempah Asal Maluku

Kopi Rarobang asal Maluku merupakan campuran kopi arabika dengan rempah-rempah lain. Bagaimana rasanya, cicipi dulu.


Hujan Petir dan Angin Kencang Diprediksi Landa Jakarta Sore Ini

38 hari lalu

Hujan Petir dan Angin Kencang Diprediksi Landa Jakarta Sore Ini

Hujan petir dan angin kencang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah DKI Jakarta.