Kemal Gen FM, Sudah Kebal Dimaki-maki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyiar stasiun radio Gen FM Kemal Vivaveni Mochtar di Menara Imperium, Jakarta, Jumat 21 November 2008. [TEMPO/ Santirta M]

    Penyiar stasiun radio Gen FM Kemal Vivaveni Mochtar di Menara Imperium, Jakarta, Jumat 21 November 2008. [TEMPO/ Santirta M]

    TEMPO Interaktif, Jakarta :Kini, nama Kemal Vivaveni Mochtar bagi warga Jabodetabek, bukanlah nama yang asing lagi di telinga. Melalui polah tingkahnya di acara Salah Sambung yang diasuhnya di stasiun Radio Gen FM, nama pria ini mulai dikenal.

    http://image.tempointeraktif.com/?id=5890Ya, Kemal bersama rekannya, Ade, adalah eksekutor acara yang membuat orang terpingkal-pingkal itu. Di acara yang diudarakan saban hari Senin hingga Jumat pukul 06.00 hingga 10.00 WIB itulah, Kemal biasanya membuat 'korbannya' menggerutu, ketakutan, menangis, atau bahkan emosional.

    Tak pelak, Kemal pun harus rela menanggung akibatnya. “Mendamprat, memaki itu yang paling sering. Ya, namanya orang langsung dicecar dengan berbagai tuduhan. Pastinya marah dong,” ujar Kemal saat dihubungi Tempo di Jakarta, belum lama ini.

    Namun, Kemal yang fasih menggunakan berbagai dialek, mulai dari Batak, Jawa, hingga Tionghoa saat menjalankan aksinya ini, mengaku sudah kebal dengan berbagai umpatan, caci maki, hingga kata-kata tak senonoh. “Pokoknya kebal deh, sudah ” akunya.

    Yang terang, selama menjalankan aksinya itu, tak satu pun diantara 'korban' itu benar-benar menjadi korban, misalnya terserang jantung atau penyakit lainnya. “Tidak ada, dan mudah-mudahan tidak ada. Jangan...,” kata Kemal terkekeh.

    Malah, sebaliknya, tak sedikit diantara 'korban' itu merasa terhibur. Terlebih, setelah setelah selesai menjahili, Kemal dan tim Selamat Pagi selalu memberikan penjelasan, semua itu hanya main-main. "Tim ini memberitahu ke korban, siapa 'dalang' di balik itu semua. Yang jadi korban pun langsung ngakak...karena tahu, ini hanya bercanda saja,"

    Kini banyak orang yang mengajukan permintaan untuk menjahili teman, kerabat, atau kenalannya. Khususnya pada saat atau hari-hari istimewa, seperti ulang tahun, promosi jabatan, atau lainnya.

    Dalam sepekan, Kemal dan kawan-kawan harus memilih ratusan surat elektronik yang masuk ke Gen FM. Pemohon-atau yang biasa disebut Kemal sebagai agen- itulah yang memberi informasi ‘korban' ada di mana dan sedang apa.

    Dan semua percakapan yang terjadi direkam, serta tak tayang langsung. Selain untuk editing, juga diminta persetujuan pada korban, aksi dijalankan. Bila ternyata, 'korban' itu berkeberatan, maka tak ditayangkan.

    “Jadi kami ngak mungkin salah dan asal menjahili orang. Semuanya atas request orang-orang dekat orang yang kita jahili itu. Lagian kalau, 'korban' itu mengatakan keberatan ditayangin juga nggak kita tayangin kok,” tambahnya.



    ARIF ARIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H