Peluncuran Single Chintya Gabriella Terhenti karena Gempa di Saat Live Perform

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Penyanyi, Chintya Gabriella. Foto: Warner Music Indonesia.

    Penyanyi, Chintya Gabriella. Foto: Warner Music Indonesia.

    TEMPO.CO, Jakarta - Peluncuran single Hanya dalam Mimpi, Chintya Gabriella yang digelar secara luring dan daring pada Jumat, 14 Januari 2022 terhenti karena gempa. Saat itu, Chintya tengah melakukan pertunjukan langsung untuk pertama kalinya di depan awak media yang mengkuti peluncuran lagunya.

    "Ini akan jadi live perform saya yang pertama kali," kata perempuan 22 tahun yang selama ini tampil secara online. Ia kemudian berdiri dari tempat duduknya dan mulai menyanyi. "Ternyata kamu masuk terlalu dalam ke hati dan perasaanku...Ternyata kau masuk terlalu dalam...." suaranya yang amat lembut mengalun.

    Baru di tengah penampilannya, tiba-tiga gempa mengguncang bumi amat kuat. Seketika juga langsung hening dan tak terdengar suara Chintya lagi tapi konferensi itu masih tersambung. 

    "Mohon maaf dikarenakan gempa bumi, untuk siaran press conference kami hentikan sementara," demikian tertulis di kolom chat zoom itu yang ditulis pihak Marketing Warner Music Indonesia.

    Dari keterangan BMKG, gempa berkekuatan 6,7 magnitudo tepat pukul 16.05 WIB dengan kedalaman 10 Km. Gempa tidak berpotensi tsunami. 

    Marketing Warner Music Indonesia kemudian menuliskan, acara konferensi pers dihentikan lantaran pihak pemilik gedung melarang para penyewa untuk masuk kembali ke kantor dan melanjutkan acara itu. "Mohon maaf harus dihentikan sekarang," tulis mereka melanjutkan. 

    Menurut penuturan Ririn Agustia, humas Warner Music Indonesia, peserta yang mengikuti secara offline di kantornya di lantai 6 di Wisma Alia, Gambir, Jakarta Pusat itu memang langsung berhamburan keluar gedung, sesuai standar jika ada gempa. "Kami aman. Chintya Gabriella hanya kaget saja, tapi kami baik-baik saja," kata Ririn melalui pesan Whatsapp kepada Tempo.  

    Baca juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Banten, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Temuan Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

    Migrant Care mengungkap kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat, Sumatera Utara. Diduga digunakan untuk menyekap 40 pekerja.