7 Lukisan Istana Kepresidenan Indonesia Dipamerkan di Rijksmuseum Belanda

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Amir Sidharta, salah seorang kurator pameran Revolusi!, berbicara tentang lukisan karya Hendra Gunawan (kiri) dan Affandi (kanan). Dua lukisan tersebut menjadi bagian dari pameran di Rijksmuseum. Presentasi Amir adalah bagian dari ceramah tentang Revolusi! dari Rijksmuseum. Ceramah ini mencakup konsep, tujuan, dan perspektif beragam dari para hadirin di Auditorium Rijksmuseum, Amsterdam, Rabu, 13 Oktober, 2021. Dok. Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda.

    Amir Sidharta, salah seorang kurator pameran Revolusi!, berbicara tentang lukisan karya Hendra Gunawan (kiri) dan Affandi (kanan). Dua lukisan tersebut menjadi bagian dari pameran di Rijksmuseum. Presentasi Amir adalah bagian dari ceramah tentang Revolusi! dari Rijksmuseum. Ceramah ini mencakup konsep, tujuan, dan perspektif beragam dari para hadirin di Auditorium Rijksmuseum, Amsterdam, Rabu, 13 Oktober, 2021. Dok. Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda.

    TEMPO.CO, Amsterdam - Tujuh lukisan dari koleksi Istana Kepresidenan Indonesia dipamerkan di Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda. Pameran berjudul "Revolusi! Indonesië Onafhankelijk” atau Revolusi! Indonesia Merdeka itu akan berlangsung mulai Jumat, 11 Februari 2022.

    "Kami sangat gembira mendapat pinjaman tujuh lukisan penting karya maestro-maestro Indonesia dari koleksi Istana Kepresidenan Indonesia," kata kurator sejarah Rijksmuseum, Harm Stevens dalam konperensi pers daring pada Selasa, 11 Januari 2022. Rijksmuseum merupakan museum seni utama Belanda.

    Pameran lukisan karya maestro lukis Indonesia ini akan menyorot tahun-tahun bergolak di Indonesia setelah Sukarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Tujuh lukisan tersebut menjadi bintang pamaren ini karena semuanya merupakan contoh penting dari representasi seni perjuangan revolusi.

    Tiga kurator pameran Revolusi!, Amir Sidharta, Bonnie Triyana, dan Harm Stevens sedang memilah bahan yang akan dimasukkan ke dalam pameran di Perpustakaan Rijkmuseum, Amsterdam, Maret 2019. Dok. Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda

    "Lukisan-lukisan tersebut adalah jiwa dari pameran in," tutur Bonnie Triyana dalam konperensi pers yang sama dari Jakarta. "Lukisan-lukisan itu menjadi simbol dari semangat kemerdekaan rakyat Indonesia yang mencoba membentuk budaya dan masyarakat yang egaliter, lepas dari tekanan penjajahan."

    Yang unik dari pameran lukisan "Revolusi! Indonesia Merdeka" ini, dua dari empat kurator berasal dari Indonesia. Mereka adalah Bonnie Triana, pemimpin redaksi majalah sejarah Historia, dan ahli seni rupa Amir Sidharta. "Ini adalah pertama kali lukisan-lukisan ini dipamerkan di luar negeri," kata Bonnie. "Ini menunjukkan hubungan baik antara Istana Kepresidenan dan Rijksmuseum."

    Ketujuh lukisan yang akan menempuh perjalanan ke Belanda termasuk karya-karya Soedjojono dan Affandi. Pameran lukisan "Revolusi! Indonesia Merdeka" di Rijksmuseum dimulai pada 11 Februari sampai 6 Juni 2022.

    LINAWATI SIDARTO (AMSTERDAM)

    Baca juga:
    Goenawan Mohamad Jelaskan Sebab Bahasa Catatan Pinggir Sulit Dipahami

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Temuan Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

    Migrant Care mengungkap kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat, Sumatera Utara. Diduga digunakan untuk menyekap 40 pekerja.