Jadi Terlapor Pelaku Kekerasan Seksual, Nama Anggota Tim Penyalin Cahaya Dihapus

Reporter

Film Penyalin Cahaya. Foto: Netflix.

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu tim film Penyalin Cahaya dilaporkan merupakan terlapor kasus pelecehan seksual. Produser dan sutradara pun memutuskan untuk menghapus namanya dari kredit film. 

"Kami Rekata Studio & Kaninga Pictures berkomitmen untuk memberikan ruang aman yang bebas dari pelecehan seksual dan kami akan selalu berpihak pada penyintas. Menjaga lingkungan produksi film yang bebas dari pelecehan seksual adalah juga merupakan misi utama kami. Proses syuting film Penyalin Cahaya yang berjalan dengan aman selama 20 hari di Januari 2021 adalah bukti komitmen kami," demikian keterangan produser yang diunggah di akun Instagram Rekata Studio, Kaninga Pictures, dan sutradara Wregas Bhanuteja pada Senin, 10 Januari 2022. 

Kabar bahwa salah satu anggota tim film merupakan terlapor dari dugaan perbuatan kekerasan seksual diperoleh produser dan sutradara dari sebuah komunitas yang mengelola pelaporan terhadap peristiwa pelecehan seksual. Kabar bak palu godam ini amat mengagetkan. Apalagi, tujuan Wregas membuat film Penyalin Cahaya untuk mengkampanyekan penghentian aksi kekerasan seksual. 

"Sebagai tanggung jawab etik atas komitmen kami dan untuk menghormati pelaporan dan proses yang akan terjadi setelahnya, kami memutuskan untuk menghapus nama terlapor dari kredit film Penyalin Cahaya dan di materi-materi publikasi film. Pihak terlapor tersebut tidak lagi menjadi bagian dari film Penyalin Cahaya dan Rekata Studio," tulis mereka.

Pemeran film bersama produser serta sutradara film Penyalin Cahaya usai dinobatkan menjadi film terbaik dan meraih 12 Piala Citra di malam anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2021 di JCC, Rabu, 10 November 2021. Film Penyalin Cahaya merupakan film panjang pertama Wregas Bhanuteja yang berhasil memenangkan Piala Citra sebagai Sutradara dan Film Terbaik di FFI 2021. Tempo/Nurdiansah

Produser dan sutradara menyatakan, Rekata Studio dan Kaninga Pictures amat serius dalam menyikapi kejadian ini. "Kami berharap proses-proses yang terjadi setelah pelaporan ini berjalan dengan mengakomodir kepentingan penyintas dan dapat terselesaikan sesuai jalur yang tepat," tulis mereka. 

Unggahan ini langsung mendapatkan dukungan dari netizen. Sutradara, Ernest Prakasa memberikan emotikon semangat menyala sebagai bentuk dukungan penghentian kekerasan  seksual di mana saja. Aktor, Arie Kriting dan Jourdy Pranata menulis, "Hormat." Penulis novel, Jombang Santani Khairen menuliskan, "Bung Aga. Makasih. Jalan terus, sukses ke depannya."

Feminis dan penulis perempuan muslim, Kalis Mardiasih memberikan tanggapan atas unggahan sutradara Penyalin Cahaya ini. "Turut berduka dan semoga proses penanganan kasus lancar dan mendapat hasil terbaik, Mas Regas dan tim. Terima kasih untuk komitmen Rekata dan Kaninga."

Baca juga: Wregas Bhanuteja Menang Piala Citra Sutradara Terbaik FFI 2021

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu. 






Orang Tua Perlu Awasi Perilaku Anak untuk Cegah Kekerasan Seksual

2 hari lalu

Orang Tua Perlu Awasi Perilaku Anak untuk Cegah Kekerasan Seksual

Orang tua supaya selalu melakukan pengawasan dan memperhatikan segala sikap dan perilaku anak untuk melindungi dari bahaya kekerasan seksual.


Aktor Squid Game Oh Young Soo Jalani Sidang Pertama, Bantah Tuduhan Pelecehan

3 hari lalu

Aktor Squid Game Oh Young Soo Jalani Sidang Pertama, Bantah Tuduhan Pelecehan

Setelah persidangan berakhir, Oh Young Soo meninggalkan ruang sidang dan tetap membantah tuduhan pelecehan seksual yang didakwakan kepadanya.


Kuasa Hukum Putri Candrawathi Ungkap 11 Asumsi Jaksa dalam Replik dan Tuntutan

6 hari lalu

Kuasa Hukum Putri Candrawathi Ungkap 11 Asumsi Jaksa dalam Replik dan Tuntutan

Tim kuasa hukum Putri Candrawathi membeberkan 11 asumsi yang digunakan jaksa untuk membangun tuntutan hingga replik dalam perkara pembunuhan Yosua.


Kuasa Hukum Putri Candrawathi Anggap Replik Jaksa Menyedihkan dan Nyaris Sia-sia

6 hari lalu

Kuasa Hukum Putri Candrawathi Anggap Replik Jaksa Menyedihkan dan Nyaris Sia-sia

Jaksa menuturkan kuasa hukum Putri Candrawathi seharusnya mempersiapkan bukti-bukti valid tentang pelecehan dan pemerkosaan di awal persidangan.


Kasus Pemerkosaan Santri di Beji Depok, Ustaz Ramadhan Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

7 hari lalu

Kasus Pemerkosaan Santri di Beji Depok, Ustaz Ramadhan Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Pengadilan Negeri Depok juga mewajibkan Ustaz Ramadhan membayar uang restitusi Rp 30 juta kepada korban. Masih ada tiga tersangka lain.


Cegah Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unair Beri Sosialisasi pada Ratusan Dosen

8 hari lalu

Cegah Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unair Beri Sosialisasi pada Ratusan Dosen

Isu kekerasan seksual di perguruan tinggi menjadi fokus Universitas Airlangga (Unair). Simak cara kampus cegah kekerasan seksual.


Yosua Difitnah sebagai Pemerkosa, Keluarga Berharap Ferdy Sambo Divonis Minimal Penjara Seumur Hidup

8 hari lalu

Yosua Difitnah sebagai Pemerkosa, Keluarga Berharap Ferdy Sambo Divonis Minimal Penjara Seumur Hidup

Keluarga Yosua berharap majelis hakim bisa menjatuhkan putusan seadilnya-adilnya saat vonis terdakwa Ferdy Sambo pada 13 Februari 2023.


Perlunya Peran Orang Tua Memberikan Pendidikan Seksual Dini pada Anak

8 hari lalu

Perlunya Peran Orang Tua Memberikan Pendidikan Seksual Dini pada Anak

Orang tua berperan besar dalam memberikan edukasi terkait pendidikan seksual pada anak sejak usia dini. Ini tujuannya.


Polisi Tangkap Eks Pacar yang Lemparkan Helm Plus & Melakukan Kekerasan Seksual

9 hari lalu

Polisi Tangkap Eks Pacar yang Lemparkan Helm Plus & Melakukan Kekerasan Seksual

Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang pria, inisial SAM (23) karena diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mantan kekasihnya.


Ulang Tahun ke-41, Ernest Prakasa Hadiahi Diri Sendiri dengan Detoks Media Sosial

9 hari lalu

Ulang Tahun ke-41, Ernest Prakasa Hadiahi Diri Sendiri dengan Detoks Media Sosial

Ernest Prakasa memutuskan untuk menjalani detoks media sosial dalam rangka ulang tahunnya yang ke-41, hingga waktu yang belum ditentukan.