Spotify Wrapped 2021 Trending, Begini Cara Membuatnya

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Layanan streaming musik Spotify mengumumkan daftar artis, album, lagu, playlist dan podcast terpopuler sepanjang 2019.

    Layanan streaming musik Spotify mengumumkan daftar artis, album, lagu, playlist dan podcast terpopuler sepanjang 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini Spotify merilis fitur Wrapped. Apa itu Spotify Wrapped dan bagaimana cara membuatnya?

    Melalui Spotify Wrapped, lagu-lagu teratas yang Anda dengarkan sepanjang 2021 bisa diketahui. Dengan fitur ini, Anda juga bisa membagikan pengalaman streaming musik Anda melalu media sosial lain, seperti Instagram, WhatsApp, dan sebagainya.

    Dilansir dari laman Billboard, Kamis, 2 Desember 2021, Spotify Wrapped 2021 berbeda dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya bisa diakses melalui website, tahun ini Anda harus mengunduh aplikasi seluler Spotify untuk membuat Wrapped.

    Untuk membuat Spotify Wrapped, buka aplikasi Spotify di ponsel Anda. Lalu, Anda akan melihat tampilan grafis berwarna hijau kombinasi ungu bertuliskan "Putar" di bagian bawahnya.

    Klik grafis hijau itu, lalu Anda akan melihat "Cerita" berupa tampilan video pendek dari Spotify tentang lagu-lagu, podcast, dan genre lagu teratas yang paling sering Anda gunakan. Anda juga bisa mengetahui Audio Aura yang menggambarkan mood Anda di tahun ini.

    Saat melihat tampilan itu, Anda bisa membagikan Cerita yang dirasa menarik. Bagaimana caranya? Klik "Bagikan Cerita Ini" dan pilih platform media sosial favorit Anda untuk membagikan Spotify Wrapped 2021. 

    Jika Anda tidak bisa melihat Spotify Wrapped 2021 di aplikasi Anda, cobalah untuk memperbarui aplikasi Spotify.

    AMELIA RAHIMA SARI

    Baca juga: Pamungkas Kembali Jadi Artis Lokal yang Paling Banyak Didengarkan di Spotify


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Temuan Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

    Migrant Care mengungkap kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat, Sumatera Utara. Diduga digunakan untuk menyekap 40 pekerja.