Makam Si Primadona Opera Miss Riboet atau Miss Tjitjih di Museum Taman Prasasti

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Miss Riboet. Facebook/Merah Wangi

    Miss Riboet. Facebook/Merah Wangi

    TEMPO.CO, Jakarta - Museum Taman Prasasti pada zaman Hindia Belanda digunakan sebagai  kawasan Pemakaman Umum Kebon Jahe Kober. Dijelaskan dalam encyclopedia.jakarta-tourism.go.id, kompleks pemakaman ini merupakan tempat bersemanyam tokoh-tokoh dari kalangan elit Hindia Belanda. Namun, beberapa tokoh Indonesia juga dimakamkan di sana, salah satunya adalah Miss Riboet.

    Dikutip dari indonesia.go.id, Miss Riboet merupakan salah satu diva ternama asal Indonesia yang lahir pada 24 Desember 1900. Kepopuleran Miss Riboet mencapai puncaknya di era 1930-an. Bersama suaminya, Tio Tik Djien, Miss Riboet mendirikan sebuah perkumpulan opera bernama Miss Riboet Orion.

    Opera Miss Riboet Orien menjadi opera yang paling populer pada zaman itu, di antara opera-opera lainnya. Salah satu karya terkenal milik opera Miss Riboet Orion adalah Toneel Melajoe atau Drama Melayu, sebagaimana dikutip dari The Komedie Stanboel karya Matther Isaac Cohen. Uniknya, perekrutan anggota opera dilakukan dengan tidak hanya mengandalkan keterampilan seni, tetapi juga bakat olahraga berupa sepak bola. Bukan tanpa alasan, skill bermain bola ini akan digunakan saat pertandungan sepak bola saat di luar jadwal penampilan seni.

    Dalam perkumpulan operanya, Miss Riboet memiliki kepiawaian di bidang akting, khususnya perihal permainan pedangnya. Salah satu penampilan fenomenal dalam operanya adalah saat Miss Riboet memerankan sosok perempuan bernama Juannita de Vega karya Antoinette de Zema.

    Selain aktif sebagai pemain dalam perkumpulan opera miliknya, Miss Riboet juga aktif merilis lagu-lagu melalui media piringan hitam. Beberapa judul lagu milik Miss Riboet antara lain Mina Mana Kondemu, Kok Naik Taxi, Rudjak Uleg, dan Item Putih.

    Melansir dari encyclopedia.jakarta-tourism.go.id. Miss Riboet atau juga populer disebut Miss Tjitjih wafat pada 19 April 1965. Miss Riboet menjadi salah satu dua tokoh Indonesia yang dimakamkan di kompleks Kebon Jahe Kober. Dikutip dari berbagai sumber, kompleks ini dikenal sebagai lokasi pemakaman eksklusif bagi para pejabat Hindia Belanda. Selain Miss Riboet, Soe Hok Gie yang merupakan aktivis pergerakan mahasiswa generasi 1960-an juga dimakamkan Museum Taman Prasasti ini.  

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Museum Taman Prasasti, Makam Istri Raffles hingga Soe Hok Gie

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

     


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Temuan Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

    Migrant Care mengungkap kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat, Sumatera Utara. Diduga digunakan untuk menyekap 40 pekerja.