Film Vidkill Jadi Thriller Pertama Dikta, Tayang di Bioskop 9 Desember 2021

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Poster Film Vidkill. Foto: Max Pictures.

    Poster Film Vidkill. Foto: Max Pictures.

    TEMPO.CO, Jakarta - Max Pictures menghadirkan film berjudul Vidkill di pengujung tahun ini. Film bergenre thriller ini menjadi penanda kembalinya film produksi Max Pictures sejak pandemi Covid-19. Film yang dibintangi Dikta, Estelle Linden, Gesya Shandy dan Shindy Huang ini akan tayang di bioskop di seluruh Indonesia dan diharapkan bisa menuai kesuksesan seperti film produksi Max Pictures sebelumnya, trilogi Dilan.

    Produeser Max Picturea, Ody Mulya mengungkapkan Vidkill merupakan film bergenre thriller pertama, produksi Max Pictures yang dibuat di tengah pandemi Covid-19. "Meski segalanya serba terbatas, kami berusaha memberikan hasil terbaik untuk pencinta film misteri maupun horor. Penonton akan disajikan ketegangan sepanjang film ini," kata dia dalam siaran pers yang diterima Tempo, Kamis, 25 November 2021. 

    Sutradara, Vidkill, Dyan Sunu Prastowo berharap, film ini akan memberikan pengalaman baru bagi penggemar film Indonesia. "Saya berharap film ini bisa memberikan sebuah hiburan yang menegangkan untuk penonton film Vidkill. Selain tidak terduga dan tegang, film ini hampir 90 persen PoV dari webcam atau video call," tuturnya.

    Film ini menceritakan tentang Theo (Pradikta Wicaksono) yang berusaha menyelamatkan tunangannya (Estelle Linden) beserta dua sahabatnya (Gesya Shandy dan Shindy Huang) yang diteror orang asing, saat mereka berlibur di sebuah vila. Theo berusaha menyelamatkan tunangan beserta kawannya, melalui sebuah panggilan video call.

    Pradikta Wicaksono, atau yang akrab disapa Dikta, merasa terkesan saat membintangi film Vidkill. "Ini adalah film bergenre thriller pertama saya. Sebuah kesempatan yang luar biasa bisa mencoba bermain film di genre yang bukan drama. Sangat menantang karena konsepnya juga berbeda," ujarnya.

    Estelle Linden, yang menjadi lawan main Dikta mengungkapkan meski harus menjalankan protokol kesehatan, dirinya tidak menemui kesulitan selama syuting. "Aku berperan sebagai Stella, sebagai tunangan Theo. Saya excited, begitu mendengar konsep filmnya seperti itu. Di Indonesia aku belum pernah nonton film dengan traetment seperti ini," ucap Estelle.

    Sandy Huang juga mengaku Vidkill memiliki tantangan tersendiri. "Menyenangkan dan menantang, walaupun semua proyek buatku punya tantangan sendiri, tapi karena ini film thriller pertamaku, jadinya ada adrenalin baru tersendiri yang aku rasain," kata Sandy. Selain itu, format penyajiannya mengkombinasi digital layout yang bisa dibilang baru pertama kali disajikan di layar lebar Indonesia.

    Sementara itu, Gesya Shandy yang memerankan tokoh Cheryl, mengaku tidak menemukan kesulitan saat membangun chemistry dengan pemain lainnya di Vidkill." Aku, Dikta, Estelle, sama Cindy baru pertama kali bertemu. Tapi kami satu frekuensi, jadi enggak sulit selama syuting," kata dia. 

    Baca juga: Love of Fate Pertemukan Dikta dan Febby Rastanty dalam Satu Perjalanan Cinta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.