Rachel Vennya Minta Maaf, Arief Muhammad Geram Komentarnya Disalahartikan

Reporter:
Editor:

Marvela

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Raut wajah Rachel Vennya setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Direskrimum, Polda Metro Jaya, Senin, 1 November 2021. Rachel kembali diperiksa terkait kasus kaburnya dari karantina setelah bepergian ke Amerika Serikat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Raut wajah Rachel Vennya setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Direskrimum, Polda Metro Jaya, Senin, 1 November 2021. Rachel kembali diperiksa terkait kasus kaburnya dari karantina setelah bepergian ke Amerika Serikat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebgram Rachel Vennya kembali meminta maaf melalui akun Instagramnya kemarin malam. Arief Muhammad ikut mengomentari permintaan maaf tersebut namun disalahartikan oleh netizen.

    Semalem comment di tempat Rachel, ingetin dia untuk introspeksi biar nggak aneh-aneh lagi, eh malah dipelintir sana sini,” tulis Arief di halaman Instagramnya, Kamis, 4 November 2021.

    Dalam unggahan yang kini sudah dihapusnya, Arief Muhammad mengunggah potongan layar dari komentar warga Twitter yang mengomentari unggahan dari akun @medi***. Ia mengunggah komentar Arief di kolom komentar Rachel Vennya. “Semua manusia bisa bikin kesalahan. Semoga banyak belajar dari yang kemarin, Rachel,” tulis Arief.

    Rachel Vennya tiba-tiba mengaktifkan kembali akun Instagramnya yang sempat dia matikan selama menjalani proses hukum atas aksinya kabur dari masa karantina di Wisma Atlet. Arief termasuk figur publik yang mengomentari unggahan Rachel Vennya. Selain Arief ada nama Denny Sumargo yang bersama Arief dan Rachel masuk ke tim Erigo menuju Amerika September 2021.

    Warga Twitter menanggapi komentar Arief ini dengan berbeda-beda. Salah satu yang mengomentari unggahan itu adalah @iqba***, yang mencuitkan, “Mungkin maksud mas Arief Muhammad, kita disuruh belajar kabur dari karantina?” “Team erigo,” cuit @kelvin***.

    Arief kesal komentar yang menurutnya sudah ditulis dengan jelas masih saja ada yang membelokkan. Ia merasa netizen menganggapnya mendukung dan membenarkan perbuatan Rachel karena menuliskan komentar seperti itu. “Kalimatnya sudah sejelas itu, masih aja ada yang ngira mendukung perbuatan RachelGila ya. Orang kalau hatinya udah busuk tuh bener-bener nggak ketolong. Enggak tau ini kita kemarin pas karantina taatnya kayak apa,” tulis Arief.

    Netizen pun ikut bereaksi mengomentari unggahan Arief. “Bercandapun kalau udah dipost bang Arief gini, udah kelewatan semuanyaaa,” tulis @mraf***. “Mungkin yang komen pengen di karantina juga,” tulis @rsyd***. “Joks di twitter,” tulis ervi***.

    Sementara netizen lainnya menyesalkan sikap Arief yang tidak menutupi nama akun Twitter tersebut. Cuitan dari akun @iqba*** mendapat 181 komentar yang sebagian besar membela Arief. “Orang kalo hatinya udh busuk emang bener-bener enggak bisa ketolong,” cuit @raras***. “Rame-rame kemari cuma mau liat orangnya kaya apa sih wkwk,” cuit @Arie1***.

    Ini para selebgram bangga sekali kayaknya, kontra sama satu pendapat disikirinshot ga disensor biarkan bala bala menyerang. Pantes di USA gabung sama belio, sealiran ternyata power abusenya. Ck ck ck,” cuit @temp***. “WKWK, para fans ikoy langsung bergegas. Awas ah tar di ss lagi,” cuit @alku***. “Ngeri ada sayembara 2.0 emang paling bener yang boleh komen cuman nikita mirzani sama master,” cuit @batag***.

    Sayembara yang dimaksud netizen adalah sayembara yang pernah dilakukan Rachel Vennya saat meminta netizen mencari orang yang menghinanya. Rachel Vennya pernah mengadakan sayembara untuk menelusuri jejak pengirim pesan langsung kepadanya dengan tujuan menghinanya. Sebagai pemikat, ia sanggup memberikan hadiah sebesar Rp 15 juta bagi yang menemukan identitas si penghina yang diketahui bernama Fathin.

    DEWI RETNO

    Baca juga: Aktifkan Instagramnya Lagi, Rachel Vennya Minta Maaf dan Banjir Dukungan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.