Hampir Ingin Mengakhiri Hidup, Enzy Storia Ungkap Sosok Penyelamatnya

Reporter:
Editor:

Marvela

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Enzy Storia. Foto: Instagram/@enzystoria

    Enzy Storia. Foto: Instagram/@enzystoria

    TEMPO.CO, JakartaEnzy Storia menceritakan kehidupan masa kecilnya yang cukup sulit. Perpisahan kedua orang tuanya hingga perundungan yang dialaminya oleh lingkungan sekitar membuatnya sempat ingin mengakhiri hidup.

    Enzy lahir di tengah keluarga yang beda agama dan warga negara. Sang ibu berasal dari Aceh dan ayahnya merupakan orang Polandia. Menurut Enzy, kedua orang tuanya berpisah karena perbedaan agama. Saat itu Enzy masih berusia enam tahun dan menjadi kali terakhirnya bertemu sang ayah.

    "Terakhir aku cuma inget, aku dicium jidatnya sama papa aku terus mamaku masih berantem, aku dibawa kabur sama mbak ke rumahnya di perkampungan (dekat rumah Enzy) dari hari itu sampai sekarang aku enggak pernah ketemu papa aku lagi," kata Ezny di kanal YouTube Daniel Mananta Network yang tayang pada Senin, 18 Oktober 2021.

    Setelah sempat putus komunikasi selama satu tahun, sang ayah mulai menghubungi Enzy melalui kartu pos dan sambungan telepon. Namun itu hanya bertahan hingga Enzy kelas 3 SD. Sejak perpisahan kedua orang tuanya, Enzy dan ibunya selalu berpindah-pindah tempat tinggal.

    Menurut Enzy, sang ibu pada waktu itu cukup dilanda stres karena permasalahan hidupnya ini hingga akhirnya ikut berdampak kepadanya. Enzy harus menghadapi berbagai ketidakstabilan emosi ibunya sejak masih kecil. Saat Enzy kelas 5 SD, sang ibu menikah lagi. Dari pernikahan tersebut, sang ibu dikaruniai seorang anak yang merupakan adik tiri Enzy.

    "Semenjak mama menikah sama papa adik aku ya hubungan aku sama papa kandung aku jadi lebih sulit lagi. Ada momen aku pengen balik ke papaku, ada penjelasan dari mama yang bikin aku sakit hati banget waktu kecil," katanya.

    Hingga akhirnya tragedi tsunami di Aceh, ayah kandung Enzy kembali menjalin komunikasi dan mengetahui kalau ibunda Enzy sudah memiliki keluarga baru yang kemudian menjadi konflik. "Enggak lama dari itu mama bilang 'stop untuk cari papa kamu, papa kamu udah meninggal'. Aku sebenarnya enggak tahu papa aku udah meninggal atau enggak," katanya.

    Singkat cerita, Enzy mendapat perundungan dari lingkungan sekitarnya. Dengan kondisi perekonomian keluarga yang tidak terlalu baik, ia harus tinggal di kontrakan. "Dikatain 'ih bule kampung'," katanya. "Dari kecil aku udah dilihatin, dikatain, mereka enggak salah juga ngatain kan aku beda, bule banget, jadi 'kok ada orang bule di sini?'."

    Enzy sering diganggu oleh lingkungan sekitarnya saat itu dan ia sangat terpukul. Perundungan itu juga dialami oleh adiknya yang memiliki penampilang sangat berbeda dengan Enzy. "Adiknya kok item banget, ih kakaknya cantik, adiknya gini. Jahat banget omongan orang," katanya.

    Perempuan 29 tahun ini mengatakan kala itu ia kurang mendapatkan support system dari sang ibu yang juga masih berjuang mengatasi masalahnya. Enzy akhirnya berpikir untuk mengakhiri hidup. "Udah enggak ada ayah, kok sosok mama juga enggak aku dapetin," katanya.

    Namun Enzy berubah pikiran berkat adiknya. Enzy sangat dekat dengan sang adik yang usianya beda sembilan tahun itu. "Adik aku itu penyelamat hidup aku karena dengan adanya dia aku jadi punya hope. Tadinya pas enggak ada dia 'apa aku mati aja ya, ngapain ya aku ada di dunia' bayangin anak umur sembilan tahun bisa mikir 'kayaknya aku mau mati aja deh Tuhan, kenapa aku dilahirin kalau kayak gini keadaannya'," katanya.

    Sejak kehadiran sang adik, Enzy Storia merasa punya teman. Ia merasa harus menjaga adiknya yang lahir prematur dengan berat 1,8 kilogram. "Aku ngeliat dia lahir di inkubator hampir sebulan, 'dia harusnya bisa meninggal tapi dia hidup'. Adik aku jadi hope buat aku bahkan sampai sekarang," katanya.

    Baca juga: Lihat Foto Gading Marten dan Enzy Storia, Ivan Gunawan Siap Buatkan Baju Nikah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.