Tanggapi Rachel Vennya, Nikita Mirzani: Penjara Sepi Kalau Minta Maaf Doang

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam pesta ulang tahun yang digelarnya, Rachel Vennya tampil glamor bersama teman-teman, dan kekasihnya dengan menghiraukan protokol kesehatan. Foto/Instagram/rachelvennya

    Dalam pesta ulang tahun yang digelarnya, Rachel Vennya tampil glamor bersama teman-teman, dan kekasihnya dengan menghiraukan protokol kesehatan. Foto/Instagram/rachelvennya

    TEMPO.CO, Jakarta - Permintaan maaf selebgram, Rachel Vennya lantaran kabur dari karantina di Wisma Atlet usai perjalanan dari Amerika Serikat ditanggapi sinis oleh Nikita Mirzani. Ibu tiga anak itu kesal lantaran Rachel terlihat begitu menggampangkan persoalan besar dengan mencoba menyelesaikan dengan meminta maaf. 

    "Gak bisa minta maaf doang. Kalau minta maaf gampang banget, gak usah ada pak polisi. Penjara sepi. Terus kalau sudah minta maaf, orang-orang yang lagi karantina sekarang boleh dikeluarin nggak? Harus fair biar sama kayak elo cuma 3 hari di karantina..!" tulisnya pada unggahan tangkap layar dengan ditujukan kepada Rachel di Instagram Storynya, Kamis, 14 Oktober 2021.

    Rachel Vennya kabur dari karatina di Wisma Atlet yang gratis bersama kekasihnya, Salim Nauderer saat baru menjalani tiga hari. Ia diketahui baru tiba di Indonesia pada 21 September 2021. Pada 24 September 2021, ia sudah memulai rangkaian pesta ulang tahunnya ke-26 bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya di Jakarta berlanjut di Bali dan Lombok. Akibat aksinya ini, ia terancam hukuman 1 tahun penjara. 

    Nikita Mirzani mempersoalkan Rachel Vennya kabur dari karantina di Wisma Atlet saat bersamaan banyak pekerja migran yang masih harus berdiam selama delapan hari. Rachel yang dikarantina bersama kekasihnya, Salim Nauderer itu hanya menjalani tiga hari masa karantina dibantu seorang prajurit TNI. 

    Jika terbukti bersalah melanggar karantina, maka Rachel dan Salim bisa dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan bagi para pelanggar protokol. Aturan itu mengancam masyarakat yang melanggar kekarantinaan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta. Foto/Instagram/rachelvennya

    Ia kemudian membandingkan dirinya saat pulang dari Turki. Ia harus menjalani masa karantina  delapan hari di hotel dan harus membayar sendiri. "Lah ini kok boleh di Wisma Atlet? Bukannya Wisma Atlet itu hanya boleh untuk orang-orang tertentu, seperti TKW, pelajar, dan anggota Dewan yang ngurusin rakyatnya. Berarti pilih-pilih atau gimana??? Terus kenapa itu orang bisa 3 hari yang lain 8 hari. Jangan bikin orang yang karantina lainnya jadi pada iri dengki dong," tulisnya kesal. 

    Ia kemudian mengunggah foto tangkap layar dari cuitan Zubairi Djoerban, dokter senior spesialis penyakit dalam yang mengingatkan Rachel dan kekasihnya tak bisa kabur seenaknya. "Anda tak dapat meninggalkan karantina atas alasan apapun. Hal itu menempatkan risiko bagi masyarakat. Apalagi jika Anda datang dari negara berisiko super tinggi. Jangan merasa punya privilese," cuit Zubairi, Kamis,14 Oktober 2021.

    Menanggapi cuitan Zubairi, Nikita memberikan pendapat sekaligus sindiran untuk mantan istri musisi, Niko Al Hakim itu. "Gara-gara Rachel, judulnya semua kena.  Jadi kalau menurut saya, tersangka utamanya justru sih yang kabur. Kalau gak ada orang macam Rachel tidak akan ada mafia Covid," tulisnya di Story itu. 

    Nikita Mirzani mengaku iri dengan Rachel Vennya. Ia membandingkan dirinya yang kerap disebut tukang cari ribut tidak pernah berani kabur dari karantina Covid. "Dia yang kalem lembut dan bertutur kata sopan kok bisa lolos dari karantina? Wah gak bisa dibiarin sih. Saya iri soalnya, wkwkwk," tulisnya.   

    Baca juga: Akui Egois dan Merugikan Orang Lain, Rachel Vennya: Maaf Atas Semua Kesalahanku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.