21 Peserta Menang Indonesia Menari Virtual 2021

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para juri, Didik Nini Thowok, Eko Supriyanto, dan Ufa Sofura, dalam babak final Indonesia Menari Virtual 2021 yang berlangsung pada Minggu, 10 Oktober 2021. Dok. Indonesia Kaya

    Para juri, Didik Nini Thowok, Eko Supriyanto, dan Ufa Sofura, dalam babak final Indonesia Menari Virtual 2021 yang berlangsung pada Minggu, 10 Oktober 2021. Dok. Indonesia Kaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 21 peserta dari 9.000 pendaftar menjadi pemenang Indonesia Menari Virtual 2021. Tiga juri yang juga koreografer andal lintas generasi, yaitu Didik Nini Thowok, Eko Supriyanto, dan Ufa Sofura, memilih para pemenang yang terbagi dalam kategori favorit, kategori A (19 tahun ke atas), kategori B (13-18 tahun), dan kategori C (6-12 tahun).

    Program Director Indonesia Kaya -penyelenggara Indonesia Menari Virtual 2021, Renitasari Adrian mengatakan kegiatan ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Galeri Indonesia Kaya kedelapan dan Taman Indonesia Kaya yang ketiga. "Kegiatan Indonesia Menari merupakan salah satu upaya memperkenalkan kembali gerakan tari Indonesia, sehingga dapat mendekatkan kembali masyarakat dengan budaya Indonesia dengan pengemasan yang lebih menarik, modern, dan kekinian," kata Renitasari dalam keterangan tertulis, Senin 11 Oktober 2021.

    Kompetisi Indonesia Menari Virtual 2021 berlangsung mulai 1 September 2021 dengan babak final pada 10 Oktober 2021. "Kami sangat senang melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta yang tak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, namun juga dari beragam usia mulai dari enam tahun hingga 56 tahun," kata Renitasari.

    Indonesia Menari Virtual 2021 diikuti oleh lebih dari 9.000 orang di babak penyisihan. Sebanyak 85 persen pendaftar adalah peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan Indonesia Menari dan berasal dari kota-kota seperti Aceh, Natuna, Baubau, Jailolo, Labuan Bajo, Nabire. dan lainnya.

    Indonesia Menari merupakan kegiatan tahunan dari Indonesia Kaya yang dimulai sejak 2012. Pada 2019, Indonesia Menari berlangsung serempak di Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Medan, Makassar, dan Palembang. Namun kompetisi ini terhenti pada 2020 karena pandemi Covid-19, kemudian mulai lagi tahun ini secara virtual.

    Program Director Indonesia Kaya -penyelenggara Indonesia Menari Virtual 2021, Renitasari Adrian. Dok. Indonesia Kaya

    Ufa Sofura gemira melihat antusiasme, kreasi, dan penampilan para peserta dalam kegiatan ini. "Semua menjadi semangat dan harapan bagi saya, Mas Didik Nini Thowok, dan Mas Eko Supriyanto selaku trio koreografer dalam kegiatan ini," ujarnya.

    Mengenai penilaian peserta, Eko Supriyanto menjelaskan ada tiga unsur penilaian. Pertama, kepenarian yang meliputi teknik berputar, melompat, sampai posisi tangan dalam menari. Kedua, apakah para peserta mampu melakukan materi koreografi secara benar. "Tidak harus bagus, tetapi harus benar, dan dilaksanakan sebaik-baiknya," katanya.

    Ketiga, penjiwaan. Ini bisa terlihat sejak awal menari. "Apakah dia menjiwai koreografinya dan senang dengan tariannya atau tidak," ujar Eko Supriyanto. "Dan dari 9.000 lebih peserta yang berpartisipasi dalam Indonesia Menari Virtual 2021, ini penjiwaannya luar biasa karena mereka suka, hobi menari, dan menikmati koreografi."

    Didik Nini Thowok menambahkan, tugas para juri cukup berat karena bukan hanya mencari mana yang bagus, melainkan yang terbaik dari yang terbaik. "Seluruh peserta yang lolos ke babak final adalah yang terbaik karena kalian berhasil mengalahkan ribuan peserta lainnya,' ujarnya. Namun demikian, Didik Nini Thowok berpesan kepada yang belum berhasil agar tetap semangat karena kekalahan itu bukan segalanya, tetapi harus menjadi pendorong untuk lebih baik lagi.

    Berikut daftar pemenang Indonesia Menari Virtual 2021

    Kategori Favorit
    - Kategori C: Zafira Ramadani dari Kalimantan Timur
    - Kategori B: Keyza A K Setiadji dari DKI Jakarta
    - Kategori A: Intan Rezky Putri dari Kalimantan Timur

    Kategori A (usia 19 tahun ke atas)
    - Riswin Saputra dari Sumatera Utara
    - Sartika Dewi Pratiwi dari Sumatera Utara
    - Aldi Achdian dari Jawa Barat
    - Kadek Dwi Saputra dari Bali
    - Refen Prayo Handa dari DKI Jakarta
    - Desta Parlina dari Kepulauan Bangka Belitung

    Kategori B (usia 13-18 tahun)
    - Wendy Theodora Hadiputra dari Jawa Timur
    - Divanda Chessa Putri Maharani dari Jawa Timur
    - Alma Roselynne dari Jawa Barat
    - Aulia Qurratu Aini Prasetyowati dari DKI Jakarta
    - Fhellin Tano dari Jawa Timur
    - Siti Maysarah dari Riau

    Kategori C (usia 6-12 tahun)
    - Anak Agung Bagus Sri Kesava Dhananjaya dari Jawa Barat
    - Glovela Rizquenta Hartawan dari Banten
    - Nuksmarani Sri Cempasari dari Jawa Tengah
    - Jessica Purboyo dari Jawa Barat
    - Aleta Mutie Shabyka dari Sumatera Barat
    - Naurah Thifaliyya dari Sumatera Barat

    Baca juga:
    Transfer Ilmu 3 Generasi Penari: Didik Nini Thowok, Eko Supriyanto, Ufa Sofura


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.