Surga Alam Tersembunyi Papua, Film Zerre, Pendekar Ufuk Timur Tepis Stereotipe

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Para pemain film Zerre, Pendekar Ufuk Timur di Yogyakarta. Foto: TEMPO | Pribadi Wicaksono.

    Para pemain film Zerre, Pendekar Ufuk Timur di Yogyakarta. Foto: TEMPO | Pribadi Wicaksono.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Film Zerre, Pendekat Ufuk Timur, mengambil lokasi di sejumlah tempat wisata unik di Papua sebagai latar belakang pengambilan gambar. Film yang mulai tayang akhir pekan ini, Sabtu, 9 Oktober 2021 digarap sutradara, R Jiwo Kusumo dan dibintangi pendatang baru asal Papua Yudas Alep ltlay sebagai pemeran utama Zerre.

    Sejumlah aktor seperti Aisyah Aqilah, Aditya Zoni, Emil Kusumo, Ditha Samantha, Yama Carlos, Verdi Solaiman, dan aktor cilik Oliver Harold Ongge turut terlibat dalam film itu. Zerre, Pendekar Ufuk Timur turut menyemarakkan event akbar PON Papua itu.

    "Scene film ini banyak memotret lokasi unik di Papua yang mungkin banyak orang belum tahu, setelah nonton dijamin bakal tertarik datang langsung karena benar-benar indah," ujar Yudas di sela pemutaran perdana film itu di Yogyakarta, Sabtu, 9 Oktober 2021.

    Yudas menuturkan, dari film itu ada potensi amat besar terutama di bidang pariwisata yang masih belum banyak dieksplorasi dan kealamian alamnya terjaga. Misalnya, di Biak, ada sebuah destinasi bernama Telaga Biru yang masih sangat jarang dijamah wisatawan.

    Dalam film itu, Yudas beraksi tengah menyelam di telaga tersebut. Pengambilan gambar dilakukan di dalam air yang sangat jernih dan tampak sejuk.

    Para pemain film Zerre, Pendekar Ufuk Timur di Yogyakarta. Foto: TEMPO | Pribadi Wicaksono.

    Yudas menceritakan pengambilan gambar juga dilakukan di Merauke. Tepatnya di titik perbatasan lintas batas negara dengan Papua Nugini, yang saat ini menunggu peresmian Presiden Joko Widodo. Penataan batas negara yang cukup rapi dengan latar belakang alam membuat tempat itu sangat Instagramable.

    "Jadi perbatasan di Merauke itu sudah tidak seperti dulu. Kalau dulu orang Papua yang selalu main ke perbatasan Papua Nugini, sekarang sebaliknya, orang-orang Papua Nugini lah yang main ke perbatasan kita, untuk berdagang atau jalan-jalan biasa, karena sudah ditata bagus," kata Yudas.

    Selain itu, Yudas melanjutkan, pengambilan gambar film Zerre, Pendekar Ufuk Timur berdurasi 160 menit itu juga membidik keindahan alam pasir putih namun bukan di pesisir pantai seperti umumnya, melainkan di kaki bukit Kampung Tulem, Wamena. Fenomena pasir putih di bukit ini merupakan satu-satunya di Indonesia.

    "Syuting film Zerre ini juga dilakukan di Jayapura, tepatnya di destinasi Kalibiru, bukan laut, tapi sungai yang airnya sangat bening seperti biru, tak kalah bagus dengan pantai-pantai di Bali hanya belum banyak terjamah," ujar Yudas.

    Yudas menuturkan, satu adegan menantang dalam film itu yang dilakukan para pemeran tak lain ketika mengambil latar air terjun Kampung Harapan di Sentani. "Menuju air terjun itu, kami harus melewati sungai, gunung, dengan jalan kaki selama 45 menit karena memang jalurnya tak bisa dilewati kendaraan bermotor. Tapi sampai di lokasi capeknya terbayar karena lokasinya indah sekali," kata dia.

    Yudas menilai dari film Zerre, Pendekar Ufuk Timur itulah ia berharap bisa mengubah imajinasi masyarakat soal Papua. Apalagi, belakangan Papua masih santer dengan pemberitaan tentang aksi kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang membuat orang khawatir datang.

    "Papua sangat luas, banyak daerah yang indah untuk dikunjungi dan aman untuk wisatawan," kata dia. Menurut dia, soal gerakan seperti KKB justru lokasinya banyak terpusat di bagian tengah Papua khususnya kawasan pegunungan seperti Puncak Jaya.

    "Syuting film ini justru banyak di pinggiran-pinggiran Papua, yang relatif aman dari aksi seperti itu. Wisatawan mesti datang langsung melihat keindahannya," kata dia.

    Aktor lainnya, Aditya Zoni yang memerankan sosok Drio dalam film itu menuturkan selama kurang lebih dua bulan mempelajari logat dan karakter berbicara seperti warga Papua. "Saya belajar karakter dan logat bicara Papua dari berbagai sumber, termasuk dengan Yudas yang asli Papua baru bisa menguasai perannya," kata dia.

    Aditya menambahkan bagian tersulit dari pengambilan gambar film itu justru pada saat latihan pencak silat di pantai. "Ombaknya kencang, pasirnya terus bergeser sementara kami harus bisa kontrol gerakan," kata dia.

    Namun Aditya mengaku puas karena dari film itu, ia menjadi sedikit banyak tahu soal Papua. Ia merasa selama berada di Papua orang-orang yang ditemuinya menganggapnya seperti saudara jauh yang sangat hangat sambutannya. "Saya terkesan dengan sopan santun masyarakat di sana, mau apa-apa minta izin, tidak asal, dan sangat welcome seperti saudara sendiri," kata dia.

    Film ini sendiri bercerita tentang Zerre yang diperankan oleh Yudas ltlay, seorang anak Papua yang gigih memperjuangkan cita-cita untuk mengharumkan Bumi Cendrawasih dalam kompetisi pencak silat PON. Namun di perjalanan banyak rintangan yang tidak terduga.

    Sutradara film Zerre, Pendekar Ufuk Timur, R Jiwo Kusumo mengatakan sebelum membuat film ini selama berbulan-bulan, timnya melakukan riset tentang Papua. "Produksinya dimulai dari Januari dan berakhir Maret 2021," kata dia.

    PRIBADI WICAKSONO

    Baca juga: Sutradara Hwang Dong Hyuk, Perlu 10 tahun Selesaikan Naskah Drakor Squid Game


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.