Rilis Single When You, Were Mine, Rahmania Astrini Ungkap Sesal

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi R n B, Rahmania Astrini. Foto: Warner Music.

    Penyanyi R n B, Rahmania Astrini. Foto: Warner Music.

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi R&B muda, Rahmania Astrini meluncurkan single terbarunya When You, Were Mine. Lagu melankolis berbahasa Inggris ini terinspirasi dari kisah percintaan pribadinya.

    "Kalau kamu diberikan kesempatan untuk memutar balik waktu, apakah kamu akan mengambil kesempatan itu?," inilah pesan yang ingin disampaikan Astri, panggilan akrab perempuan peraih penghargaan AMI Awards 2019 sebagai Penyanyi R&B Solo Artist Terbaik itu, dalam siaran pers yang diterima Tempo, Jumat, 8 Oktober 2021. 

    Di lagu ini, Astri, berandai-andai mendapatkan kesempatan untuk bisa mengulang waktu dan kembali bersama dengan orang yang dicintainya. “Lagu ini bercerita tentang grief dan regret when you lost someone you really love. Kalau memang ada kesempatan untuk berubah, mau banget,” ujarnya. 

    "I wish that, I could turn back time to make things alright. But I know, I went out of line, I, cause you your sanity, when you, were mine," sepenggal lirik yang dinyanyikan Astri.  

    Proses rekaman lagu, menurut Astri, terbilang cepat. When You, Were Mine ditulis oleh Astri, Trichia Deeza Clarissa, dan Will Mara, yang juga bertindak sebagai produsernya. Astri, kelahiran tahun 2001 ini berharap lagu ini dapat dinikmati oleh semua orang tak terpeduli usia.

    “Aku baru pertama kali rilis lagu dengan vibe yang berbeda kaya gini. It’s more sentimental yet healing dan bikin tenang kalo denger lagunya. Semoga lagu ini bisa nemenin kalian, ya," kata dia.

    Rahmania Astrini dikenal dengan suara khasnya yang lembut. Memulai karier sebagai penyanyi cover, kini Astri berada di bawah label rekaman Warner Music Indonesia sejak 2017 ketika merilis debut single Menua Bersama.

    Baca juga: Sambutan Positif, Suara Kayu Rilis Ulang Miniatur dalam Versi Bahasa Korea


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.