Tantang Pelapornya, Medina Zein Minta Dijemput Polisi Pakai Toyota Vellfire

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Medina Zein. Instagram/@medinazein

    Medina Zein. Instagram/@medinazein

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus dua selebgram, antara Medina Zein dan Marissya Icha masih terus bergulir. Seperti tidak merasa bersalah, Medina malah menantang Marissya untuk menjemputnya. Namun Medina tidak mau kalau dijemput dengan mobil tahanan.

    Melalui Instagram storynya, Marissya mengunggah beberapa pesan suara yang berasal dari Medina. Dengan gaya khasnya, Medina meminta dijemput dan siap mengirimkan titik lokasi rumahnya. “Bilang sama orangnya suruh ke rumah aku, jemput aku. Tapi aku enggak biasa dijemput pakai mobil tahanan,” ujar Medina di pesan yang diunggah kembali oleh akun gosip nyonya_gossip, Jumat, 17 September 2021.

    Sebelumnya Marissya melaporkan Medina Zein dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin, 13 September 2021. Medina dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah dalam polemik pembelian tas KW alias palsu. Ia menyebut Marisya germo dan ani-ani.  

    Ahmad Ramzy dan kliennya Samira saat melaporkan selebgram Medina Zein ke Polda Metro Jaya pada Kamis sore, 16 September 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    "Hari ini kami buat laporan polisi yang langsung dilaporkan oleh Marissya, terkait tindak pidana pencemaran nama baik lewat medsos seperti di Pasal 310, 311 KUHP Juncto 27 UU ITE. Terlapornya adalah MZ," ujar kuasa hukum Marissya, Ahmad Ramzy, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Pada Jumat, 17 September 2021, Medina seharusnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan. Tapi ia mangkir dari pemeriksaan. 

    Bukannya memberikan klarifikasi, Medina justru menantang Marissya untuk dijemput. Ia mengingatkan Marissya kalau dulu ia pernah dijemput polisi dengan menggunakan mobil Toyota Fortuner. “Mobilnya minimum Fortuner, jadi mobilnya yang bagus sih. Biasanya aku sih enggak terlalu ketinggian sih kalau aku. Kalau kasus 2019 sampai ke direktur, direkturnya sampai ketemu aku,” ujar Medina tanpa menyebutkan direktur siapa yang ia maksud.

    Tidak berhenti sampai di situ, Medina menyebutkan sudah menghubungi pengacaranya untuk kasus ini. Kepada pengacaranya, ia sudah berpesan minta dijemput dengan menggunakan Toyota Vellfire. “Enggak mau pakai Fortuner, sakit badan, Bandung Jakarta kan ya mba, sakit punggung. Tolong pakai Vellfire ya enggak apa-apa nanti saya lebihin, saya bayar,” ucap istri dari Lukman Azhari ini.

    Medina Zein. Instagram/@medinazein

    Mendapatkan pesan seperti itu dari Medina, Marissya pun tidak tinggal diam. Ia menyebut akan membantu Medina yang minta dijemput oleh polisi. “Mba kalau mau dijemput, saya bantuin aja yah, nih saya bantuin terusin nih ke @poldametrojaya, @tmcpoldametro katanya minta dijemput. Izin bang @ramzybaabud,” tulis Marissya.

    Marissya menerangkan, awal permasalahan ini terjadi saat Medina Zein terlibat bisnis jual beli tas dengan kawan-kawannya. Namun belakangan bisnis itu bermasalah karena tas yang dijual Medina Zein diduga KW. 

    Marissya kemudian memperingatkan Medina untuk bertanggung jawab atas hal itu. "Pihak yang dirugikan sudah bilang, kalau Medina Zein enggak ada itikad baik nanti di-speak up dan enggak ada itikad baik," ujar Marissya. Namun belakangan unggahan menegur Medina di media sosial itu berbuntut panjang. Marissya mengungkapkan Medina Zein sampai menyerang keluarga seperti suami dan anak-anaknya di media sosial pribadinya. 

    Kemarin, ada seorang lagi yang melaporkan ke Medina Zein ke Polda Metro Jaya. Pelaporan dilakukan karena Medina diduga melakukan pengancaman melalui media elektronik terhadap Samira. Kuasa hukum Samira, Ahmad Ramzy menerangkan, pengancaman terjadi saat Samira menagih utang kepada Medina sebesar Rp 240 juta. Uang tersebut dipinjam Medina dari Samira untuk memberangkatkan jamaah umrah yang pergi menggunakan agen travelnya. 

    DEWI RETNO

    Baca juga: Usai Rachel Vennya, Kini Crazy Rich Surabaya Tagih Rp 1 Miliar ke Medina Zein


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.