5 Novel yang Berangkat dari Peristiwa G30S

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran novel

    Peluncuran novel "Pulang" karya Leila S. Chudori (kiri). TEMPO/Arif Zulkifli

    TEMPO.CO, JakartaPeristiwa 30 September 1965 atau G30S merupakan salah satu peristiwa sejarah Indonesia memilukan. Penculikan para jenderal yang diwarnai isu kudeta hingga pembantaian ratusan ribu anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) selama bertahun-tahun setelahnya menjadi sejarah kelam Indonesia

     

    Banyak karya-karya yang menceritakan peristiwa tersebut, mulai dari buku pendidikan sejarah di sekolah-sekolah, film, cerpen, hingga novel. Mengutip situs resmi Gramedia, berikut ini beberapa novel yang berangkat dari peritiwa September 1965.

     

    1. September 

    Buku yang mulai terbit pada 2006 ini merupakan karya Noorca Massardi yang diterbitkan oleh Tiga Serangkai. Bertajukan September, kilas latar belakang mengambil peristiwa tragedi September 1965.

     

    Jika membaca buku ini, beberapa tokoh seperti ada di dunia nyata. Mengutip jurnal “Kudeta Politik 1965 pada Novel September karya Noorca M. Massardi: Kajian Itertekstualitas” milik Nunung Nurnaningsih nama tokoh, tempat, satuan, dan lainnya dalam buku ini menggunakan nama sebenarnya namun diubah dengan metode anagram. Namun penulis memastikan novel buatan benar-benar fiksi yang diilhami oleh peristiwa G30S

     

    1. Blues Merbabu 

    Buku yang menceritakan kisah perjalanan tokoh utama, Gitanyali yang merupakan keturunan anak PKI. Buku Blues Merbabu pertama kali diterbitkan pada tahun 2011. Novel ini mencerutaan soal kebebasan yang ingin direngkuh oleh Gitanyali lantaran pelabaelan yang diembannya sejak penangkapan orang tuanya Gitanyali. 

     

    Kisah ini juga menceritakan perjalanan Gitanyali mencari kebebasan yang diimpinkannya. Yang mana pada satu ketika, Gitanyali dapat keluar dari jampung halaman, kaki gunung merbabu, dan itu pula label keturunan PKI-nya tak membersamainya. 

     

    1. Gadis Kretek 

    Novel karya Ratih Kumala ini terbit pada tahun 2012, bercerita yang berangkat dari cerita panjang sejarah perkembangan kretek di Indonesia. Mulai dari sebelum dan saat industri kretek sebelum dan pasca merdeka. 

     

    Alur cerita novel ini mengisahkan tiga generasi dari dua keluarga berselisih sebab dua hal, kretek dan cinta. Pada cerita tiga generasi inilah, latar belakang peristiwa G30S, diceritakan gemblang bagaimana diduga ada keterlibatannya. 

     

    1. Ronggeng Dukuh Paruk

    Mulai dari budaya hingga politik, cerita buku fiksi ini menceritakan sebuah kehidupan desa yang jauh dari kemajuan kota, yang akhirnya digerakan oleh PKI supaya bangkit dari rundungan kemiskinan. Sebab menjadi tempat pemberdayaan PKI, desa ini diterpa malapetaka kericuhan politik 1960-an. 

     

    1. Pulang

    Besutan novel dari Leila S. Chudori. Novel ini berangkat dari kericuhan G30S sebagai latar hingga berpuncak pada reformasi 1998. Alur novel ini menceritakan kisah empat sekawan yang jadi buronan politik saat masa bergejolaknya G30S. Ternyata masalah buronan tersebut ditenggarai karena mereka menyinggung sentimen politik.  

     

    TIKA AYU

    Baca juga:

    Peringati G30S, FPI dan PA 212 Instruksikan Anggotanya Nonton Film PKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.