Lukman Sardi Jadi Ayah Shenina Cinnamon di Film Penyalin Cahaya

Reporter:
Editor:

Marvela

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukman Sardi dalam film Penyalin Cahaya. Foto: Rekata Studio.

    Lukman Sardi dalam film Penyalin Cahaya. Foto: Rekata Studio.

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor, Lukman Sardi ikut bergabung menjadi pemain film Penyalin Cahaya karya sutradara Wregas Bhanuteja. Lukman akan berpasangan dengan Ruth Marini sebagai orang tua Sur, tokoh utama yang diperankan Shenina Cinnamon.

    Kehadiran Lukman dan Ruth dalam film produksi Rekata Studio dan Kaninga Pictures ini sekaligus memperkaya warna akting dari susunan pemainnya yang didominasi para talenta muda, seperti Shenina Cinnamon, Chicco Kurniawan, Lutesha, Jerome Kurnia, Dea Panendra, dan Giulio Parengkuan. Penyalin Cahaya akan tayang perdana dan masuk program kompetisi utama di Busan International Film Festival (BIFF) ke-26 di Korea Selatan pada 6-15 Oktober 2021 ini.

    "Karakter ayah Sur bukannya tidak bertanggung jawab pada rumah tangga, tapi dia lupa bahwa seorang anak yang telah menjadi manusia dewasa juga punya harga diri, keinginan, rasa, dan hati. Harga diri bukan hanya milik ayah atau milik keluarga, apalagi kalau sudah menyentuh ke ranah pribadi," kata Lukman dalam siaran pers yang diterima Tempo pada Kamis, 16 September 2021.

    Konflik yang dialami Sur (Shenina Cinnamon) bermula sejak ia harus kehilangan beasiswanya akibat dianggap mencemarkan nama baik fakultas usai swafotonya dalam keadaan mabuk beredar. Ia tidak mengingat apa pun yang terjadi pada dirinya saat menghadiri pesta kemenangan komunitas teater di kampusnya.

    Dalam pesta tersebut, Sur tidak sadarkan diri. Ia lantas meminta bantuan Amin (Chicco Kurniawan), teman masa kecilnya yang juga tukang fotokopi yang tinggal dan bekerja di kampus, untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada dirinya di malam pesta.

    "Ayah Sur tidak punya koneksi erat dengan anaknya. Dia hanya berpikir bagaimana caranya agar nama baik keluarga dan dia sebagai ayah terjaga tanpa memikirkan perasaan maupun peristiwa yang dialami anaknya," katanya.

    Ruth mengakui peran sebagai ibu Ruth cukup menantang dan istimewa baginya. Hal ini karena Ruth harus menjadi ibu dari anak yang mengalami pelecehan seksual. "Film ini memperlihatkan bagaimana karakter ibu Sur berjuang di antara masalah relasinya dengan suaminya, bertanggung jawab terhadap ekonomi keluarganya, mengalami rasa sedih serta malu atas peristiwa kekerasan seksual terhadap anaknya, dan pilihannya untuk membela anaknya," kata Ruth.

    Sebagai aktor sekaligus seorang perempuan, Ruth menilai kisah film Penyalin Cahaya menjadi penting untuk banyak orang. Sebab, film ini memperlihatkan bahwa korban kekerasan seksual harus diberikan ruang yang aman untuk bicara.

    "Keluarga terutama orang tua, berperan sangat besar terhadap perlindungan maupun pemulihan korban kekerasan seksual. Rasa percaya kepada keluarga dikembalikan, karena keluarga adalah tempat kembali dan kesaksian para korban bisa didengar. Film ini juga mengembalikan rasa percaya kepada korban dan menunjukkan bahwa ia tidak sendirian," kata Ruth.

    Dengan berbagai rekam jejak serta kemampuan akting Lukman Sardi dan Ruth Marini yang sudah tak perlu diragukan lagi, Wregas Bhanuteja sebagai sutradara dan penulis film Penyalin Cahaya langsung merasa kedua aktor tersebut adalah pilihan yang tepat untuk memerankan orang tua Sur. Wregas sendiri kagum dengan performa akting Ruth saat memerankan Sinto Gendeng dalam film Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni.

    Baca juga: Empat Film Indonesia Lolos Seleksi Busan International Film Festival 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.