Niat Investasi Properti di Bali, Momo Geisha Ditipu Developer Bodong

Reporter:
Editor:

Marvela

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Momo Geisha. (Instagram/@therealmomogeisha).

    Momo Geisha. (Instagram/@therealmomogeisha).

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi, Momo Geisha menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh sebuah developer di Surabaya. Niat Momo untuk melakukan investasi harus kandas, karena pihak developer yang tidak bertanggung jawab.

    “Harusnya pembangunan sebuah vila, sampai lupa karena sudah lama banget. Belinya kalau enggak salah 2015, sudah lupa, tiba-tiba aku ingat dan pengen saja ke lokasi. Enggak tahu pembangunannya gimana,” ujar Momo melalui kanal YouTubenya yang diunggah pada Selasa, 14 Agustus 2021.

    Momo bercerita, awalnya tertarik untuk membeli satu unit apartemen di daerah Nusa Dua, Bali. Pihak developer yang berkantor di Surabaya ini menjanjikan pemandangan yang menghadap ke pantai. Momo mengatakan perusahaan yang telah menipunya adalah PT berinisial S. “Tertipu, kan niatnya uang dikeluarkan untuk investasi sekalian dulunya kalau ke Bali tinggal di sini. Perusahaan ini menawarkan untuk pembangunan vila atau residen di Bali,” tuturnya.

    Didampingi kerabatnya, ibu dua anak ini mendatangi lokasi di mana bangunannya dibiarkan mangkrak serta ditumbuhi rumput ilalang. Terlihat bangunan itu sudah berdiri beberapa lantai namun tidak dilanjutkan. “Dia kayak apartmen, kamar, kamar, kamar, ada jacuzzinya,” ujar Momo menjelaskan desain yang ditawarkan oleh pihak developer.

    Rombongan Momo tiba-tiba didekati oleh seorang bapak yang mengaku penduduk sekitar. Bapak tersebut bernama Made, menanyakan tujuan Momo datang ke sana. Setelah tahu tujuan Momo, akhirnya Made mengaku kalau dia adalah pemilik asli tanah yang sedang diperkarakan itu.

    “Ibu, urusan ini kayaknya dalam, silahkan urusan ini ke sana aja, tanah ini saya yang punya. Tanah bukan milik dia, belum selesai bayar sama saya. Saya sudah gugat, sudah sidang ke-4, tanggal 2 besok sudah 5 kali,” ujar Made menjelaskan.

    Made lantas bercerita tanah seluas 1,1 hektar itu dijual kepada pengembang. Awalnya pembayaran tanah sebesar Rp 40 milyar ini berlangsung lancar. “Belum dibayar, namanya juga dia beli dengan perjanjian, kita beri kesempatan,”  paparnya.

    Momo Geisha mengaku telah membayar lunas ke pihak developer namun tidak ada hasil yang didapat. Kejadian ini dijadikan sebagai pembelajaran berharga bagi Momo agar lebih berhati-hati lagi untuk berinvestasi. Netizen pun ikut berkomentar di akun Instagram Momo menebak nama perusahaan yang menipu. “PT. S***** ya Mba?” tanya akun @yulli_a****. “Mbak Momo, ini  group S***** Surabaya kan? Aku juga beli dan akhirnya aku datengin ke kantornya,” tulis akun @sofiem***. “Kami juga salah satu dari sekian ribu korbannya mbak @therealmomogeisha sedih banget duit belum balik dari 2015,” tulis akun riripus***.

    DEWI RETNO

    Baca juga: Momo Geisha Boyong Keluarga Liburan ke Bali, Netizen Ingatkan Soal PPKM Darurat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.