Road to Bandung Photo Triennale Digelar di Tiga Galeri Seni

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karya Yixiu Guo berjudul Troubled Waters buatan 2018. (Dok. Selasar Sunaryo)

    Karya Yixiu Guo berjudul Troubled Waters buatan 2018. (Dok. Selasar Sunaryo)

    TEMPO.CO, Bandung - Pameran foto acara Road to Bandung Photo Triennale tengah digelar di tiga galeri seni. Pajangan fotonya menampilkan kekaryaan seniman foto dan seni rupa dari luar dan dalam negeri. Berjudul Welcome to the Machine, temanya terkait eksperimentasi dan abstraksi.

    Lokasi pertama yang memulai pameran itu adalah Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, dari 10 September – 10 Oktober 2021. Karya foto yang dipamerkan mayoritas dari seniman mancanegara, seperti Anh-Thuy Nguyen dan Sophie Chalk dari Amerika Serikat, Lavender Chang dan Yixiu Guo asal Singapura.

    Kemudian Naraphat Sakarthornsap (Thailand), Sabrina Asche (Jerman), Shiho Yoshida (Jepang), dan Iswanto Soerjanto serta Michael Binuko dari Indonesia. Sementara di lokasi lain, yaitu Orbital Dago, muncul karya foto dari para perupa dari Institut Teknologi Bandung, yaitu Asmudjo Jono Irianto, Angga Aditya Atmadilaga, Oco Santoso, Patriot Mukmin, Dikdik Sayahdikumullah, dan Willy Himawan.

    Adapun di tempat ketiga, Galeri Ruang Dini, ada Utami Dewi Godjali, Hari ‘Pochang’ Krisnadi, kemudian Krisna ‘Ncis’ Satmoko, serta Sjuaibun Ilias. Karya Utami misalnya, berasal dari perenungannya tentang hidup di masa pandemi Covid-19. Sementara Hari ‘Pochang’ mengusik soal komodifikasi di lembaga atau instansi dari kamar gelap tempat memproses karyanya.

    Para seniman dalam pameran bersama itu diajak untuk lebih banyak bereksperimen tanpa batasan teknis untuk menghasilkan gambar fotografi. Inti dari pameran ini adalah berbagai pendekatan kreatif yang mengadopsi teknik instrumental atau eksperimentasi selama proses pembuatan gambar.

    Menurut Henrycus Napitsunargo dalam pengantar kuratorial pameran, pengembangan eksperimen karya fotografi masih terkait dengan era mesin pada abad XX. Pada masa itu, nilai dari karya fotografi sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan gambar yang dihasilkan dari kinerja mekanis, kimia, material, dan penemuan teknologi mutakhir seperti di era digital saat ini.

    Segala komponen itu menjadi materi eksperimen para seniman untuk dieksplorasi secara bebas. Beberapa pendekatan dari medium lain, terutama seni grafis dan seni lukis, ikut diadopsi. Kecenderungan karya foto sejak pasca Perang Dunia I itu dikenal sebagai era mesin. “Yang telah memberikan kesadaran pada masyarakat dunia mengenai dampak revolusi industri melalui kehadiran mesin,” ujarnya.

    Kini di era seni kontemporer, istilah mesin bisa lebih meluas dan kompleks, seperti metafora yang merujuk pada sistem, industri, standarisasi, dehumanisasi, dll. Pameran Road to Bandung Photo Triennale kali ini, menurut Henrycus, representasi yang abstraktif dari metafora personal yang dibangun para seniman untuk merespon terbentuknya kehidupan laksana mesin. 

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.